(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan statistik dari Direktorat Jenderal Pariwisata, jumlah warga Taiwan yang melakukan perjalanan keluar negeri dari Januari hingga Agustus tahun ini telah mencapai 11,38 juta orang. Meskipun Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) telah meningkatkan peringatan perjalanan ke Tiongkok, jumlah warga yang pergi ke sana pada musim liburan masih mencapai lebih dari 200.000 orang setiap bulannya. Sebaliknya, jumlah wisatawan internasional yang datang ke Taiwan hingga Agustus belum mencapai 5 juta orang.
Menanggapi hal ini, Huang Zheng-cong (黃正聰) selaku asisten profesor dari Fakultas Pariwisata Universitas Providence menganalisis bahwa target Taiwan untuk menjadi negara tujuan wisata dengan 10 juta pengunjung tahun ini kemungkinan akan direvisi turun menjadi 8 juta.
Berdasarkan statistik dari Ditjen Pariwisata, jumlah perjalanan keluar negeri oleh warga Taiwab dari Januari hingga Agustus tahun ini telah mencapai 11,38 juta orang, meningkat 4,4% dibandingkan periode yang sama sebelum pandemi pada tahun 2019.
Tujuan wisata paling populer secara berurutan adalah Jepang, Tiongkok, Hong Kong-Makau, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand. Yang patut diperhatikan adalah, meskipun MAC pada 27 Juni menaikkan peringatan perjalanan ke Tiongkok dari level kuning menjadi oranye, jumlah orang yang melakukan perjalanan ke Tiongkok pada bulan Agustus masih mencapai 244.000 orang, yang merupakan 80% dari jumlah sebelum pandemi.
Asisten Profesor Huang Zheng-cong dari Fakultas Pariwisata Universitas Providence pada 15 Oktober memperkirakan bahwa jumlah perjalanan keluar negeri sepanjang tahun ini akan mencapai 17,5 juta, melebihi angka 17,1 juta pada tahun 2019. Di antaranya, jumlah kunjungan ke Jepang bahkan akan melampaui 6 juta, melampaui angka 4,91 juta sebelum pandemi!
Namun, jumlah wisatawan internasional yang datang ke Taiwan tidak sesuai harapan. Hingga akhir Agustus, hanya 4,9 juta wisatawan, dengan mayoritas berasal dari Hong Kong-Makau, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Ketika ditanya apakah kegagalan untuk mencapai target 10 juta wisatawan internasional terkait dengan belum dibukanya kembali izin wisatawan dari Tiongkok untuk datang ke Taiwan, Huang Zheng-cong berpendapat bahwa awalnya target tersebut adalah 12 juta wisatawan, termasuk wisatawan dari Tiongkok.
Namun, setelah tidak ada kejelasan mengenai kedatangan wisatawan Tiongkok, target tersebut telah direvisi menjadi 10 juta. Kesenjangan saat ini disebabkan oleh Taiwan yang berulang kali terkena dampak gempa bumi dan taifun. Selain itu, negara-negara lain juga secara aktif menarik wisatawan dengan kebijakan seperti perjanjian bebas visa timbal balik, yang mengurangi daya tarik Taiwan sebagai tujuan wisata internasional.