History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Menghadapi Ancaman Superbug: Pakar Usulkan Empat Strategi Penanganan

  • 15 October, 2024
  • 尤繼富
Taiwan Menghadapi Ancaman Superbug: Pakar Usulkan Empat Strategi Penanganan
Profesor Chen Hsiu-hsi (陳秀熙) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nasional Taiwan (NTU)

(Taiwan, ROC) -- Resistensi antibiotik menjadi isu kesehatan global, dan Taiwan juga menghadapi ancaman superbug. Hasil uji dari limbah yang dibuang oleh delapan rumah sakit di Taiwan menunjukkan bahwa kadar antibiotik yang ditemukan secara signifikan melebihi batas. Terkait hal ini, Profesor Chen Hsiu-hsi (陳秀熙) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nasional Taiwan (NTU) hari ini (15 Oktober) mengusulkan empat strategi utama untuk mengatasi masalah ini. Strategi tersebut meliputi penggunaan antibiotik yang sesuai dengan standar pengendalian infeksi, meningkatkan kondisi sanitasi, dan peningkatan vaksinasi anak, dengan harapan dapat mengurangi angka kematian akibat infeksi bakteri yang resisten terhadap obat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan resistensi antibiotik sebagai salah satu dari sepuluh ancaman kesehatan utama dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi mengenai resistensi antibiotik di New York, Amerika Serikat (AS) pada tanggal 26 mendatang, dan menyerukan kepada setiap negara untuk mengadopsi pendekatan lintas sektor "One Health". Berdasarkan penelitian Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) Taiwan, limbah yang dibuang oleh delapan fasilitas kesehatan di dalam negeri menunjukkan kadar antibiotik yang melebihi batas. Para ahli memperingatkan bahwa jika antibiotik masuk ke dalam air minum atau rantai makanan, resistensi antibiotik pada manusia dapat terbentuk, yang pada akhirnya menciptakan superbug.

Dalam siaran langsung online pada 15 Oktober, Profesor Chen Hsiu-hsi menjelaskan bahwa limbah medis memiliki peraturan khusus mengenai cara pemusnahannya. Oleh karena itu, antibiotik dalam limbah rumah sakit kemungkinan besar tidak berasal dari limbah medis, melainkan dari kotoran pasien. Meskipun Taiwan memiliki regulasi ketat mengenai penggunaan antibiotik untuk pengendalian infeksi, peningkatan penggunaan antibiotik tetap mengkhawatirkan.

Apabila kadar antibiotik dalam air limbah meningkat, ini dapat menyebabkan seleksi alam dan memunculkan superbug. Bakteri yang resisten terhadap obat ini dapat menyebar melalui saluran air minum, mencemari air untuk irigasi pertanian, dan akhirnya masuk ke rantai makanan, menyebabkan infeksi yang menular antara manusia dan hewan.

Chen Hsiu-hsi juga menyebutkan bahwa menurut prediksi ilmuwan, jumlah kematian global yang disebabkan oleh resistensi antibiotik pada tahun 2050 akan mencapai 1,91 juta orang, dan risiko kematian terbesar berada pada kelompok usia di atas 70 tahun. Oleh karena itu, ia mengusulkan empat strategi utama untuk menghadapi bahaya superbug, termasuk pengembangan dan pengelolaan antibiotik, peningkatan teknik diagnostik, pencegahan medis dan pengobatan alternatif, serta kolaborasi lintas sektor untuk pemantauan lingkungan. Tujuannya adalah untuk memastikan penggunaan antibiotik yang sesuai dengan standar pengendalian infeksi, memperbaiki kondisi sanitasi, dan meningkatkan cakupan vaksinasi anak.

Untuk mengurangi ancaman resistensi antibiotik terhadap masyarakat Taiwan, Yuan Eksekutif telah menyetujui Program Pengelolaan Resistensi Antibiotik Tingkat Nasional. Program ini akan diluncurkan secara resmi tahun depan dengan anggaran awal sebesar NT$2 miliar untuk tahun pertama dan akan berlangsung selama lima tahun. Target dari rencana ini adalah untuk mengurangi penggunaan antibiotik di rumah sakit sebesar 5% dan menurunkan tingkat infeksi bakteri superbug “Carbapenem-resistant Acinetobacter Baumannii (CRAB)” di rumah sakit sebesar 10%.

Komentar

Terbarumore