History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pria 26 Tahun Bergaji Hingga Jutaan NT$ per Tahun, Punya Mobil dan Tabungan, Mengeluh: Ayah Tetap Meremehkanku

  • 13 October, 2024
  • 尤繼富
Pria 26 Tahun Bergaji Hingga Jutaan NT$ per Tahun, Punya Mobil dan Tabungan, Mengeluh: Ayah Tetap Meremehkanku
圖/pexels

(Taiwan, ROC) —- Setelah memasuki dunia kerja, kebanyakan orang sibuk mencari nafkah. Seorang pengguna internet di Taiwan berbagi kisahnya tentang bagaimana dia bekerja keras dengan melakukan beberapa pekerjaan paruh waktu, berjualan sayuran di pasar tradisional di siang hari dan bekerja di restoran hot pot di malam hari. Dia berhasil mendapatkan penghasilan bulanan lebih dari NT$100.000, yang memungkinkannya untuk membeli mobil baru dan masih bisa menabung. 

Namun, ayahnya menganggap "bekerja di pasar tradisional itu tidak bergengsi dan berpenghasilan rendah", kemudian menyarankannya untuk beralih profesi dengan membuka toko es serut. Hal ini membuatnya bertanya-tanya, apakah membuka toko benar-benar menguntungkan?

Seorang pengguna internet pria memposting pertanyaan di media sosial lokal Taiwan, Dcard, dengan judul "Dipandang sebelah mata karena berpenghasilan NT$100.000 per bulan". 

Dia mengungkapkan bahwa dirinya saat ini berusia 26 tahun dan tinggal di Sanxia, Kota New Taipei. Setiap hari, dia harus bangun pukul 4 atau 5 pagi untuk bersiap-siap berjualan di pasar tradisional. 

Dia bekerja hingga pukul 1 siang dan lokasi pasar yang dia datangi juga bervariasi setiap harinya, bahkan terkadang dia harus pergi ke Miaoli atau Yilan. 

Setelah selesai bekerja di pasar, dia pulang untuk istirahat siang, dan pada pukul 5.30 sore, kemudian dia pergi bekerja lagi di restoran hot pot hingga pukul 9.30 malam, sebelum akhirnya pulang untuk tidur. 

Melalui kerja kerasnya, dia berhasil mendapatkan penghasilan bulanan lebih dari NT$100.000. Selain memiliki tabungan, dia juga berhasil membeli mobil baru dengan jerih payahnya sendiri. 

Pengguna internet tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa ayahnya adalah pemilik perusahaan tekstil dengan penghasilan lebih dari NT$100.000 per bulan. 

Ayahnya terus membujuknya untuk berhenti bekerja di pasar tradisional, bahkan mengatakan bahwa pekerjaan itu tidak bergengsi dan berpenghasilan rendah. Ayahnya menyarankannya untuk belajar membuat dan membuka toko es serut, dengan mengatakan bahwa bisnis itu sangat menguntungkan. 

Rekomendasi kuat dari ayahnya membuatnya bingung, "Apakah bisnis es serut benar-benar menguntungkan?" 

Terlebih lagi, harga sewa toko saat ini sangat mahal, ditambah lagi dengan biaya gaji karyawan. Jika tidak berhati-hati dan mempekerjakan karyawan yang ceroboh dan suka menambahkan bahan sembarangan, toko bisa hancur hanya dalam waktu sekejap.

Setelah membaca postingan tersebut, beberapa pengguna internet lain membagikan pemikiran mereka tentang membuka toko es serut. 

"Pada dasarnya, apa yang dikatakan ayahmu benar, tetapi bisnis es serut memiliki musim ramai dan sepi, sedangkan berjualan sayuran tidak," kata salah satu pengguna. 

"Di dekat rumahku, kios-kios besar di pasar tradisional sudah membeli beberapa rumah petak, sementara toko es serut di jalan yang sama semuanya tutup," komentar yang lain. 

"Berjualan es serut tidak lagi menguntungkan seperti dulu. Selama musim sepi, jangan berharap mendapat untung, bahkan menutup biaya operasional saja sulit," tulis pengguna lain. 

Selain itu, beberapa pengguna internet lain merasa khawatir dengan kesehatan sang pengunggah postingan, setelah melihat jadwal hariannya. Mereka dengan ramah mengingatkannya untuk beristirahat. 

"Jika kamu sudah berkeluarga nanti, sebaiknya kurangi pekerjaan sampinganmu. Kesehatanmu akan terganggu," kata salah satu pengguna. 

Sedangkan netizen lainnya juga tidak sedikit yang memuji etos kerjanya dalam mencari nafkah sendiri. "Menurutku kamu hebat. Kamu masih muda, tidak bergantung pada keluarga, dan mau bekerja keras untuk mencari nafkah," tulis salah satu pengguna. 

Komentar

Terbarumore