History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perawat Asing Melahirkan di Rumah, SBIPT Menjelaskan Penderitaan Para Migran

  • 12 October, 2024
  • 李珮菁
Perawat Asing Melahirkan di Rumah, SBIPT Menjelaskan Penderitaan Para Migran
Logo Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT)

(Taiwan, ROC) -- Sebuah video di mana seorang perawat pengasuh asing di Taiwan yang melahirkan sendirian di kamar menjadi viral di internet. Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT) mengeluarkan siaran pers pada tanggal 8 Oktober lalu, menyerukan masyarakat untuk memahami kesulitan dan dilema yang dihadapi para pekerja migran, serta bekerja sama untuk menciptakan tempat kerja yang lebih adil dan inklusif.

Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT) menyampaikan harapannya agar sistem hukum dan medis Taiwan bisa lebih ramah terhadap para pekerja migran asing, tidak membiarkan perempuan hamil melahirkan dalam situasi berisiko tinggi. Selain itu, diharapkan semua majikan dapat memahami undang-undang dan peraturan terkait, dimana ketika pekerja migran hamil, mereka tidak diperbolehkan memutuskan kontrak, dan pengasuh yang hamil harus diberikan perlindungan yang layak.

SBIPT menyampaikan, bahwa insiden ini juga menyoroti penderitaan nyata dari para pengasuh asing yang tidak memiliki ruang privasi dan kaburnya batasan antara pekerjaan dan kehidupannya. Bahkan, momen paling pribadi dari individu tersebut masih dipantau dan direkam. Majikan atau agensi membocorkan dan menyebarkan video pengasuh tersebut saat melahirkan di internet, yang merupakan pelanggaran serius terhadap privasi pengasuh. SBIPT mengecam hal ini dan menekankan, bahwa setiap pekerja, apapun kewarganegaraannya harus menikmati layanan dasar, hak asasi manusia, dan hak privasi.

SBIPT sekali lagi menyerukan agar Taiwan menjadi masyarakat yang menghormati hak-hak buruh dan hak asasi manusia. Masyarakat harus menunjukkan kasih sayang, memahami kesulitan yang dihadapi pekerja migran, dan bekerja sama menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil dan inklusif bagi pekerja migran perempuan.

Komentar

Terbarumore