(Taiwan, ROC) – Berdasarkan laporan dari media asing mengemukakan, setelah Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato Hari Nasional pada Hari Double Ten Day, Tiongkok akan melangsungkan pelatihan militernya mengelilingi Taiwan. Terkait dengan hal ini, Perdana Menteri Cho Jung-tai hari ini (8/10) merespons, setiap tahun Tiongkok pasti tidak senang saat Hari Nasional Double Ten Day, berharap Tiongkok dapat melihat keberadaan Taiwan adalah kenyataan yang ada. Selain itu, untuk anggaran negara tahun 2025, yang semulanya partai berkuasa dan oposisi akan mengadakan “makan malam rekonsiliasi”, tetapi karena taifun Krathon dan Hari Nasional sehingga tertunda di Yuan Legislatif, PM Cho Jung-tai berharap dapat dengan lancar berlangsung pada hari Jumat nanti (11/10), agar masyarakat dapat melihat hubungan yang baik antara kedua yuan.
Media asing Reuter mengutip pemikiran pejabat Taiwan, beranggapan Tiongkok mungkin akan mengerakkan pelatihan militer “United Sword-B” mengitari Taiwan dengan alasan pidato Hari Nasional dari Presiden Lai Ching-te, untuk memberikan tekanan pada Taiwan. Terkait dengan hal ini, Perdana Menteri Cho Jung-tai pada pagi hari ini (8/10) ketika diwawancarai di Yuan Legislatif menyampaikan kalau Hari Double Ten setiap tahunnya Tiongkok pasti tidak senang, berharap Tiongkok benar-benar melihat pada kenyataan dari keberadaan Republik Tiongkok.
Selain itu anggaran tahun 2025 yang terhenti, sebenarnya partai oposisi dan berkuasa akan mengadakan “makan bersama rekonsiliasi”, tetapi karena datangnya taifun Krathon sehingga tertunda, ada legislator dari partai oposisi yang menyampaikan ingin melihat isi pidato Hari Nasional presiden baru menetapkan. Terkait hal ini Perdana Menteri Cho Jung-tai berharap dapat melangsungkan pembahasan pada hari Jumat (11/10) mendatang, agar masyarakat Taiwan dapat melihat Yuan Eksekutif dan Yuan Legislatif dapat saling berhubungan dengan baik.