(Taiwan, ROC) —- Taifun Krathon terus mendekati Taiwan. Semua kabupaten dan kota di Taiwan diliburkan selama dua hari. Meski demikian, hampir tidak ada hujan di wilayah utara Taiwan pada pagi hari, dan banyak pemilik bisnis khawatir akan kerugian besar yang akan diderita.
Menanggapi keraguan di atas, Direktur Pusat Perkiraan Ekonomi Taiwan Institute of Economic Research (TIER), Sun Ming-te (孫明德), mengatakan bahwa hampir tidak mungkin bagi industri manufaktur untuk menghentikan pekerjaan karena mesin masih perlu beroperasi, dan mereka dapat menutupi kerugian ini dengan cara meminta para karyawan bekerja lembur setelah hari libur taifun.
Namun demikian, industri sektor jasa mungkin tidak dapat melakukan hal serupa. Oleh karena itu, diperkirakan bahwa satu hari libur kerja akan memengaruhi nilai output ekonomi Taiwan, yang setara dengan NT$30 miliar.

Taifun Krathon terus mendekati Taiwan. Semua kabupaten dan kota di Taiwan diliburkan selama dua hari. 圖/CNA
Sun Ming-te menunjukkan bahwa nilai PDB Taiwan mencapai NT$23 triliun per tahun, yang setara dengan nilai output harian sekitar NT$61,5 miliar.
Sun Ming-te menunjukkan bahwa perusahaan domestik telah memiliki ritme respons mereka sendiri untuk latihan bencana alam. Selain itu, produsen seperti semikonduktor, petrokimia, dan baja yang menggunakan produksi mesin, tidak akan menghentikan pekerjaan karena "mesin tidak dapat dihentikan".
Di lain pihak, industri jasa mungkin tidak dapat mengganti kerugian yang ada, jika hari libur taifun diberlakukan. Oleh karena itu, satu hari libur kerja diperkirakan akan memengaruhi sekitar NT$30 miliar.
Ketua Asosiasi Tiongkok untuk Kemajuan Industri dan Perdagangan, Lin Bo-fong (林伯豐), mengatakan bahwa jalur produksi sektor industri manufaktur tidak dapat dihentikan, sehingga karyawan tetap harus bekerja seperti biasa, yang berarti lebih banyak upah lembur yang harus dibayarkan.
Untuk pabrik dengan 1.000 karyawan, biaya tenaga kerja akan meningkat sekitar NT$4 juta. "Tidak ada negara lain yang memiliki libur taifun. Pemerintah harus melakukan pekerjaan dengan baik dalam pencegahan dan bantuan bencana, yang merupakan cara yang tepat untuk merespons," lanjut Lin Bo-fong.