History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Akademi Indonesia: Penguatan Militer RRT Menjadi Ancaman Bagi Negara ASEAN

  • 03 October, 2024
  • 鄭蕙玲
Akademi Indonesia: Penguatan Militer RRT Menjadi Ancaman Bagi Negara ASEAN
Indonesian Sinology Forum dan Universitas Paramadina pada tanggal 30 September yang lalu menggelar seminar akademi bertajuk

(Taiwan, ROC) Baru-baru ini institusi akademisi Indonesia menggelar seminar tentang kekuatan militer Daratan Tiongkok dan hubungan luar negeri. Pakar militer Indonesia mengatakan, RRT berlanjut menyusun kekuatan dan melawan barat, berkemungkinan menimbulkan konflik Tiongkok- Barat di Laut Tiongkok Selatan, saat bersamaan juga akan meningkatkan ketegangan antara Tiongkok dengan negara-negara Asia Tenggara.

Indonesian Sinology Forum dan Universitas Paramadina pada tanggal 30 September yang lalu menggelar seminar akademi bertajuk "Militer dan Diplomasi Modern; Pertahanan Nasional RRT: Peluang dan Tantangan di Asia Tenggara", mengundang kalangan akademisi untuk membahas kekuatan militer RRT yang kian meningkat dan dampak serta tantangan yang akan dihadapi negara-negara Asia Tenggara.

Indonesian Sinology Forum mengatakan, RRT dalam waktu singkat merampung modernisasi kekuatan militernya, hal ini menarik perhatian bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, sementara konflik RRT-Barat juga berkemungkinan menimbulkan situasi tegang di kawasan Laut Tiongkok Selatan.

Selain itu, “Peningkatan kekuatan militer Tiongkok juga dapat memperburuk ketegangan antara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara lainnya”, dengan faktor utama adalah Tiongkok mengklaim sebagian besar wilayah di Laut Tiongkok Selatan.

Ketua Indonesian Sinology Forum sekaligus dosen pengajar di Universitas Pelita Harapan Indonesia, Johanes Herlijanto mengatakan, memahami dampak modernisasi kekuatan militer Tiongkok penting bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Ia mencontohkan seperti “Tentara Pembebasan Rakyat akan mewujudkan tujuan modernisasi militer dengan sasaran tahun 2035 diubah lebih awal menjadi tahun 2027.”

Purnawirawan Victor P. Tobing menegaskan, modernisasi militer RRT tidak terjadi secara tiba-tiba. Ide untuk melancarkan modernisasi militer sudah ada sejak era Deng Xiaoping pada tahun 1978, namun sejak Xi Jin-ping menjadi penguasa politik. partai, militer, dan negaranya pada tahun 2012. Sejak itu, Tiongkok berencana meningkatkan kekuatan militernya.

Direktur Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Rasyidila Kusumasomantri mengatakan bahwa kekuatan militer Tiongkok telah menjadi salah satu negara yang berkembang paling pesat di dunia, dan menunjukkan bahwa Tiongkok saat ini memiliki 370 kapal dan angkatan laut yang sangat kuat.

Namun Aisha Rasyidila Kusumasomantri menunjuk, Tiongkok saat ini sedang berupaya untuk menegaskan klaim wilayah di Laut Tiongkok Selatan, maka tindakan tersebut melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Oleh karena itu, peningkatan kekuatan militer Tiongkok “dapat membawa tantangan bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.” Ia menegaskan, Indonesia sebenarnya tidak terlibat langsung dalam perselisihan dengan RRT atau negara lain terkait klaim wilayah di Laut Tiongkok Selatan, namun jika ketegangan di Laut Tiongkok Selatan semakin meningkat, maka berkemungkinan Indonesia akan terkena dampaknya. Dia meminta pemerintah untuk meningkatkan anggaran pertahanannya untuk mengatasi meningkatnya ketegangan regional.

Komentar

Terbarumore