History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kiku Chen: Komnas HAM Prioritaskan Kelompok Kurang Beruntung dari Dampak Perubahan Iklim

  • 02 October, 2024
  • 尤繼富
Kiku Chen: Komnas HAM Prioritaskan Kelompok Kurang Beruntung dari Dampak Perubahan Iklim
Kiku Chen: Komnas HAM Prioritaskan Kelompok Kurang Beruntung dari Dampak Perubahan Iklim

(Taiwan, ROC) -- Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Kiku Chen (陳菊) menyampaikan, pengaruh dari perubahan iklim pada kaum ekonomi lemah, disabilitas, suku penduduk adat, dan “kelompok yang kurang beruntung” lainnya tidak boleh diabaikan, situasi mereka dan kebijakan yang disediakan pemerintah merupakan isu yang paling diprioritaskan Komnas HAM.

Komnas HAM menyampaikan, Kiku Chen hadir dalam Forum Internasional “Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Samudera” Global Coorperation & Training Framework (GCTF), mengikut sertakan Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada dan Taiwan.

Dalam pidatonya, Kiku Chen mengemukakan,, perubahan iklim tengah menghantam hak dasar dan hidup manusia, merupakan masalah bersama, selain itu tidak boleh mengabaikan pengaruhnya terhadap kaum ekonomi lemah, disabilitas jasmani maupun rohani, suku penduduk adat dan “kelompok kurang beruntung” lainnya; kehidupan mereka dan kebijakan yang disediakan pemerintah dalam membantu mereka menjadi masalah HAM yang paling harus diprioritaskan.

Kiku Chen menyampaikan, sejak “Deklarasi Hak Asasi Manusia Global” dalam The International Covenant on Economic, Social and Cultural Right (ICESCR), semua orang memiliki standar hak asasi manusia dalam sandang, pangan dan papan, tetapi perubahan iklim telah mendatangkan ancaman bagi hak dasar manusia ini.

Kiku Chen mengatakan, Komnas HAM akan memerhatikan minoritas dari masyarakat sosial yang paling tidak memiliki kesempatan untuk menikmati manfaat dari pembangunan sosial, tetapi mereka pula yang menjadi kelompok pertama terkena dampak dari krisis perubahan iklim, untuk itu Komnas HAM telah memasukkan isu-isu perubahan iklim ke dalam rencana strategis jangka menengah serta terus menaruh perhatian ataa dampak perubahan iklim kepada kelompok yang kurang beruntung.

Komnas HAM membeberkan, dalam sidang GCTF kali ini, anggota Komnas HAM Yeh Yi-jin (葉宜津) juga dalam “Strategi Penyesuaian, Pendidikan dan Kerja sama Internasional” berbagi strategi dan bagaimana Taiwan berperang melawan hantaman dari perubahan iklim, mereka yang menyumbang paling sedikit menyumbang gas rumah kaca dan paling sedikit mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi malah seringkali menjadi pihak yang paling terdampak perubahan iklim.

Yeh Yi-jin juga menyampaikan, strategi yang digerakkan Komnas HAM untuk isu ini adalah perubahan iklim tidak mengenal batasan Negara, setiap negara dengan masyarakat yang ada di bumi harus yang berupaya menerapkan tindakan pengurangan karbon agar bumi ini dapat berkembang secara berkelanjutan, serta memikirkan cara mengatasi dampak perubahan iklim ini terhadap kelompok yang kurang beruntung.

Komnas HAM menyampaikan, seminar GCTF dengan topik “Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Samudera” diselenggarakan oleh Komnas HAM, Kementerian Luar Negeri, Komite Kelautan, Pemerintah Kota Kaohsiung, Pusat Pencegahan Bencana Nasional, serta Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Kanada bersama sama selama 3 hari berturut dari tanggal 1 – 3 Oktober 2024 di Kaohsiung.

Komentar

Terbarumore