(Taiwan, ROC) -- Berkaitan dengan Pimpinan RRT menyampaikan pandangannya tentang Taiwan dalam resepsi perayaan 75 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kemenlu pada hari Selasa ini (1/10) saat merespons pertanyaan yang dilontarkan oleh media, Kemenlu menegaskan pihaknya berpegang pada 4 kegigihan, lebih lanjut mengangkat “3 permintaan , 1 harapan”, mencakup permintaan akan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan, meminta eksistensi dalam lingkup internasional, permintaan akan hak partisipasi yang sah dalam organisasi internasional, serta mengharapkan agar tidak ada gangguan apapun saat memberikan semangat kepada atlet Taiwan yang bertanding di ajang Olimpiade.
Kepala Negara RRT Xi Jin-ping mengatakan Taiwan adalah kekuasaan sakral Daratan Tiongkok, serta menegaskan berpegang pada Kebijakan Satu Tiongkok dan konsensus 92. Dalam hal ini Kemenlu menegaskan, Republik Tiongkok Taiwan adalah negara berdaulat, sama sekali tidak berafiliasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari RRT, ini adalah status quo dan fakta internasional yang diakui. Kemenlu mengatakan, Pimpinan RRT dalam jamuan resepsi menyampaikan, pihaknya mendorong rasa persaudaraan dan keharmonisan dalam hubungan lintas selat, juga menaruh harapan kepada masyarakat Tawian, akan tetapi Kemenlu bermaksud memberitahu kepada RRT, masyarakat Taiwan memiliki “4 Kegigihan” yang mencakup mekanisme tata pemerintahan demokrasi liberal.
Juru bicara Kemenlu Jeff Liu (劉永健) mengatakan 外241001-12-劉永健(男), “Pihak kami juga meminta tetap mempertahankan kestabilan dan perdamaian Selat Taiwan, meminta adanya ruang lingkup internasional, meminta hak dan kepentingan yang sah dalam organisasi internasional, kami juga berharap, ketika setiap atlet Taiwan berlaga di ajang Olimpiade, kami dapat memberi semangat dan tidak mendapat gangguan apapun.”
MAC dengan tegas merespons pandangan Xi Jin-ping, menekankan Prinsip Satu Tiongkok, Konsensus 92 yang dipegang RRT sebagai premis hubungan lintas selat, tidak ada ruang untuk keberlangsungan hidup Republik Tiongkok, namun kondisi ini sejak awal sudah ditolak oleh arus utama masyarakat Taiwan yang menganut demokrasi, maka dari itu mengimbau agar lintas selat menghadapi kenyataan dan arus utama pandangan masyarakat Taiwan, serta menjalani dialog pragmatis untuk menyelesaikan perselisihan.