History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bantuan Militer PDA Biden Kedua, Menhan: Akan Memberikan Manfaat Besar Bagi Kekuatan Pertahanan

  • 01 October, 2024
  • 曾秀情
Bantuan Militer PDA Biden Kedua, Menhan: Akan Memberikan Manfaat Besar Bagi Kekuatan Pertahanan
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo (顧立雄) dalam sebuah wawancara saat berada di Yuan Legislatif

(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden pada Senin (30/9) kembali mengumumkan penggunaan “Otoritas Penarikan Khusus Presiden / PDA” untuk memberikan bantuan militer kepada Taiwan, dengan total nilai bantuan mencapai 567 juta dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo (顧立雄) dalam sebuah wawancara saat berada di Yuan Legislatif menyatakan terima kasih atas dukungan pemerintah AS, yang akan sangat membantu kekuatan pertahanan Taiwan. Namun, dirinya menambahkan bahwa rincian tentang bantuan tersebut tidak dapat dipublikasikan. Menhan Wellington Koo (顧立雄) mengatakan, “Saya pikir bantuan militer ini akan memberikan manfaat yang cukup besar dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas regional di Selat Taiwan. Mengenai rincian, saya rasa tidaklah pantas untuk memberikan komentar di sini.”

Kepala Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional (INDSR) Taiwan, Shen Ming-shih (沈明室) merasa bahwa bantuan militer kali ini melambangkan jaminan dan komitmen strategis Biden kepada Taiwan sebelum masa jabatannya berakhir. Dirinya juga mencatat bahwa pada pengiriman bantuan pertama, terdapat masalah seperti amunisi yang kadaluarsa dan juga beberapa barang yang berjamur. Oleh karena itu, diharapkan kedua belah pihak dapat membahas terkait isi bantuan kali ini, guna menyediakan barang-barang strategis yang dibutuhkan Taiwan. Shen Ming-shih (沈明室) mengatakan, “Jika bantuan pertama tidak memberikan efek, maka Anda pasti harus menggunakan bantuan kedua dan ketiga untuk menutupi kekurangan dari bantuan pertama. Karena jika bantuan pertama tidak digunakan secara efektif, itu sama saja dengan memberikan sesuatu yang tidak berguna. Jadi bagaimana caranya menutupi kekurangan itu?”

Menurut rumor yang beredar, isi bantuan militer kali ini mencakup senjata anti-tank, sistem pertahanan udara, drone, dan peralatan sistem multi-domain awareness. Menanggapi hal ini, peneliti dari Association of Strategic Foresight Jie Zhong (揭仲), berpendapat jika ini menunjukkan pihak AS merasa bahwa Taiwan harus mengadopsi konsep pembangunan militer dengan fokus pada perang asimetris. Selain itu, karena sistem multi-domain awareness melibatkan pengiriman data sensor seperti radar, Jie Zhong (揭仲) berpendapat bahwa ini mungkin terkait dengan sistem Link-16 (sistem komunikasi militer Taiwan) yang baru-baru ini disetujui oleh Angkatan Bersenjata Taiwan. Ini memungkinkan militer Taiwan dan AS untuk lebih sering melakukan pertukaran informasi intelijen secara dua arah.

Jie Zhong (揭仲) juga menilai bahwa AS dalam waktu singkat telah memberikan dua paket bantuan militer kepada Taiwan dengan total lebih dari 900 juta dolar AS, yang mencerminkan dukungan dan kekhawatiran pihak AS terhadap situasi di Selat Taiwan di kemudian hari. Mereka berharap dalam waktu dekat ini dapat meningkatkan kemampuan operasional jangka panjang Taiwan, khususnya dalam hal peralatan dan amunisi yang diperlukan untuk mobilisasi cadangan.

Komentar

Terbarumore