(Taiwan, ROC) --- Imigrasi Taiwan menangkap dua pekerja migran berstatus hilang kontak (ilegal), dan menyelidiki seorang wanita Vietnam karena membantu mempekerjakan mereka di sebuah perusahaan kebersihan di Kabupaten Hsinchu.
Tim Khusus Kabupaten Hsinchu dari Ditjen Imigrasi Nasional menerima informasi bahwa sejumlah pekerja migran ilegal terlihat berkumpul di perusahaan kebersihan di Kota Zhubei setiap pagi untuk menunggu pekerjaan.
Petugas kemudian menggerebek perusahaan itu dan menemukan dua pekerja migran ilegal sedang memuat barang-barang pembersih ke truk, bersiap untuk berangkat kerja.
Penyelidikan mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah mempekerjakan seorang wanita asal Vietnam, yang memiliki nama panggilan A-Rou.
A-Rou kemudian menggunakan kefasihan bahasanya memposting pesan di grup Facebook dalam bahasa Vietnam untuk merekrut orang asing untuk pekerjaan bersih-bersih.
Petugas menggerebek perusahaan kebersihan yang diduga merekrut pekerja migran hilang kontak 圖/台灣好新聞
Perusahaan itu mengatakan kepada petugas imigrasi bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan A-Rou, dan mempercayainya untuk membantu mencari orang yang bersedia bekerja di perusahaan mereka. Di dalam kontrak tersebut, A-Rou menyatakan kesediaannya untuk membantu memperkenalkan siswa asing atau pengantin asing, bukannya memperkenalkan pekerja migran yang sudah hilang kontak.
Dan dalam kasus penggerebekan kali ini yang ditemukan adanya pekerja migran ilegal, maka baik A-Rou maupun pihak perusahaan tetap akan diselidiki oleh otoritas yang berwenang.
A-Rou, perusahaan, dan para pekerja migran ilegal semuanya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Hsinchu untuk dihukum karena melanggar Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan. Bahkan A-Rou dapat menghadapi hukuman denda hingga NT$500.000.
Kepala Tim Khusus Kabupaten Hsinchu, Lee Wen-ta (李文達), menyampaikan bahwa sebelum mempekerjakan orang asing, pengusaha harus terlebih dahulu "bertanya" tentang identitas mereka, "memeriksa" dokumen mereka dan "menyimpan" salinan dokumen untuk berjaga-jaga.
"Jangan pekerjakan mereka dulu dan periksa nanti, atau Anda akan menghadapi hukuman berat," kata Lee Wen-ta.

A-Rou kemudian menggunakan kefasihan bahasanya memposting pesan di grup Facebook dalam bahasa Vietnam untuk merekrut orang asing untuk pekerjaan bersih-bersih. 圖/PEXEL
Menurut Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, mereka yang menjadi perantara orang asing untuk bekerja secara ilegal di Taiwan dapat didenda antara NT$100.000 dan NT$500.000.
Mereka yang melanggar undang-undang untuk mendapatkan keuntungan dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun dan denda hingga NT$1,2 juta.
Lee Wen-ta mengimbau masyarakat untuk tidak mempekerjakan atau menjadi perantara pekerja migran ilegal untuk bekerja di Taiwan, guna terhindar dari jeratan pelanggaran hukum.