(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (25/9), Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menghadiri pertemuan bersama dengan direktur dan pengawas Federasi Asosiasi Produsen Kawasan Industri Republik Tiongkok (MUGA).
Dalam pertemuan tersebut, PM menyatakan bahwa industri tradisional, usaha kecil, menengah, dan mikro adalah kekuatan paling stabil dalam ekonomi Taiwan. Hanya dengan terus meningkatkan dan mentransformasikan kekuatan ini, maka ekonomi Taiwan dapat berkembang secara komprehensif.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar NT$11,6 miliar pada tahun fiskal mendatang untuk merevitalisasi usaha kecil, menengah, dan mikro yang beragam, membantu mereka bergerak menuju emisi nol bersih dan transformasi digital.
Mengenai masalah kekurangan tenaga kerja di sektor industri, PM Cho menekankan bahwa hasil yang pasti harus dicapai dalam tahun ini, dan sistem baru yang akan diterapkan pada tahun fiskal mendatang, adalah untuk memudahkan industri dalam memperoleh tenaga kerja yang memadai.
Pada tanggal 25 September 2024, PM Cho Jung-tai, didampingi oleh Sekjen Yuan Eksekutif, Kung Ming-hsin (龔明鑫), Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Ho Pei-shan (何佩珊), dan Wakil Menteri Ekonomi, He Jin-cang (何晉滄), menghadiri pertemuan bersama direktur dan pengawas MUGA.
Dalam pidatonya, PM menyampaikan bahwa dirinya telah berpartisipasi dalam banyak kegiatan MUGA di berbagai tempat dan selalu merasakan semangat yang luar biasa. Hal ini tentu sejalan dengan gagasan Presiden Lai Ching-te (賴清德) perihal "berdiri kokoh di Taiwan, mengatur tata letak global, dan menjual ke seluruh dunia", yang mana juga memerlukan praktik yang sama.
PM Cho meminta para pemimpin industri yang hadir untuk tidak khawatir, dengan menyatakan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya akan berfokus pada pengembangan teknologi tinggi dan mutakhir.
Dia menekankan bahwa industri tradisional, usaha kecil, menengah, dan mikro adalah kekuatan paling stabil dalam ekonomi Taiwan. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk tahun depan untuk membantu usaha kecil, menengah, dan mikro dalam merevitalisasi dengan berbagai cara.
Perdana Menteri mengatakan, "Kami telah memasukkan NT$11,6 miliar dalam anggaran tahun fiskal mendatang untuk melakukan revitalisasi yang beragam bagi usaha kecil dan menengah. Tujuannya adalah, ketika semua orang berbicara tentang teknologi, terutama AI, maka kita juga perlu membicarakan tentang teknologi dan AI. Ketika semua orang berbicara tentang transformasi emisi nol bersih, maka kita juga perlu melakukan hal serupa. Jadi, dalam proses transformasi, pemerintah harus, dan telah siap untuk, menginvestasikan sejumlah besar dana dan tenaga kerja untuk membantu semua orang dalam melatih talenta dan membangun sistem."
PM menekankan bahwa Taiwan adalah negara teknologi. Di era saat ini, aplikasi teknologi dan perangkat lunak harus diperkenalkan secara komprehensif ke dalam industri tradisional, usaha kecil dan menengah.
Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) akan memikul tanggung jawab untuk memberikan bantuan dalam hal biaya, pelatihan tenaga kerja, pengembangan sistem, pembentukan data, dan koneksi teknologi. MOEA akan melatih 200.000 talenta AI untuk memasuki industri di masa depan, dan akan ada bantuan terkait untuk memungkinkan industri melakukan transformasi digital dan terhubung dengan tren teknologi mutakhir dunia.
PM Cho menyatakan bahwa kekurangan tenaga kerja menjadi penghambat dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu, pemenuhan tenaga kerja telah ditetapkan sebagai tugas penting yang harus menunjukkan hasil dalam tahun ini, sehingga tahun depan semua orang dapat dengan mudah memperoleh sumber daya manusia yang memadai dalam sistem yang baru.
Dia juga menambahkan, pemerintah terus berupaya untuk memastikan bahwa semua industri memiliki lingkungan ekonomi, manufaktur, dan investasi yang baik.