(Taiwan, ROC) -- Terkait arahan dari tugas diplomatik untuk kawasan benua Afrika, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) ketika menghadiri kegiatan “Malam Benua Afrika” pada tanggal 24 September malam menyampaikan, sejak Lai Ching-te menjabat sebagai presiden beliau menetapkan target “perekonomian tidak terbenam di salah satu negera”, Kementerian Luar Negeri juga mengusungkan gabungan 3 pilar diplomasi yaitu diplomasi nilai, diplomasi aliansi, diplomasi ekonomi dan perdagangan, di antaranya juga akan menyalurkan pengalaman Taiwan kepada negara sahabat diplomatik dan memperkenalkan konsep-konsep baru seperti inovasi hak karbon dan lainnya untuk menggerakkan perkembangan industri lokal negara sahabat diplomatik, selain itu dengan konsep “menyejahterakan” dan “memakmurkan” sahabat diplomatik yang menjadi poin penting dalam tahapan tugas diplomatik di Benua Afrika.
Kegiatan “Malam Benua Afrika” diselenggarakan oleh Africa Taiwanese Chambers of Commerce (ATCC) untuk perkumpulan di Taiwan, Lin Chia-lung mengemukakan, ATCC selalu menjadi perluasan diplomasi ekonomi dan perdagangan Taiwan untuk kawasan benua afrika, dan merupakan kemitraan penting yang nyata dalam memperdalam hubungan dengan negara-negara di Benua Afrika, Kementerian Luar Negeri berharap kekuatan hubungan organisasi non pemerintah dan berbagai perusahaan swasta dalam negeri dapat bersama-sama meningkatkan visibilitas Taiwan di Benua Afrika bahkan dunia.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan, sejak didirikannya ATCC pada tahun 1994 sudah merupakan salah satu organisasi bisnis antara Taiwan dan Afrika di bawah Kamar Dagang Taiwan Dunia, anggota ATCC saat ini mencakup pengusaha Taiwan di Afrika Selatan, Eswatini, Nigeria dan negara-negara di benua Afrika lainnya, merupakan kekuatan penting dari pemerintah dalam memperluas perkembangan diplomasi ekonomi perdagangan di kawasan Benua Afrika. Kementerian Luar Negeri akan terus menjaga hubungan akrab ini bahkan akan terus membangun pengusaha Taiwan untuk memasuki pasar Benua Afrika untuk semakin memperluas peluang.