(Taiwan, ROC) --- Social Lab, sebuah platform analisis media sosial, baru-baru ini melacak dan menganalisis diskusi online seputar "penyebab sariawan" selama setahun terakhir, untuk memahami faktor-faktor apa saja yang menurut Warganet dapat menyebabkan sariawan.
Sariawan, juga dikenal sebagai ulkus mulut, biasanya muncul sebagai luka merah atau lecet di bagian dalam bibir, bawah lidah, selaput lendir pipi, gusi, atau langit-langit mulut. Banyak orang yang pernah mengalami sariawan, dan rasa sakitnya saat makan atau minum bisa sangat mengganggu.
Analisis percakapan online tentang "penyebab sariawan" menunjukkan bahwa banyak orang mengaitkan sariawan dengan "kanker dan tumor ganas". Hal ini karena sistem kekebalan tubuh yang melemah dan proses kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan dan ulserasi pada selaput lendir mulut.

圖/UDN
Seorang pengguna internet bertanya, "Apakah setiap orang mengalami efek samping kemoterapi?" Ia bercerita bahwa anggota keluarganya yang menjalani kemoterapi, sering mengalami kerontokan rambut, mual, dan sariawan parah, dan berharap mendapatkan saran untuk meringankannya.
Postingan ini tak lama langsung dibanjiri saran dan rekomendasi dari para netizen. "Banyak dokter yang menyarankan untuk mengonsumsi L-Glutamine," tulis salah seorang netizen.
Sariawan yang tak kunjung sembuh juga bisa menjadi gejala beberapa jenis kanker. Misalnya, salah satu gejala umum kanker mulut adalah sariawan yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu. Oleh karena itu, banyak dokter yang mengingatkan untuk memeriksakan kesehatan secara teratur agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih parah.

Penyebab sariawan yang dirangkum oleh platform Social Lab 圖/SOCIAL LAB
Konsumsi makanan tertentu juga bisa menjadi penyebab sariawan. Selain makanan yang terlalu merangsang dan pedas, beberapa dokter menunjukkan bahwa beberapa jenis "kacang-kacangan" juga bisa menjadi penyebab sariawan.
Mereka menjelaskan bahwa beberapa jenis kacang bersifat panas, jika mengonsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan panas dalam dan sariawan.
Mereka mencontohkan, bahwa almond mengandung terlalu banyak Omega-6, yang seperti mengaktifkan sistem peringatan tubuh, memicu peradangan kronis, sehingga penting untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Sebaliknya, kekurangan nutrisi, seperti kekurangan vitamin B, C dan zat besi, juga dapat menyebabkan sariawan. Selain itu, banyak netizen juga mengalami sariawan karena cedera mulut yang tidak disengaja, banyak di antaranya disebabkan oleh penggunaan kawat gigi.