(Taiwan, ROC) --- Beberapa waktu lalu, sektor pariwisata domestik Taiwan menuai pro dan kontra. Ada yang mengeluhkan harganya yang mahal, tetapi ada pula yang menganggapnya masih cukup terjangkau.
Menurut statistik industri pariwisata memperlihatkan bahwa destinasi terpopuler tahun ini adalah Anping Old Street di Tainan, yang telah dikunjungi sebanyak 10,49 juta kali, hampir melampaui jawara tahun lalu, yakni Yizhong Street di Taichung.
Sementara itu, mengenai sentimen negatif terhadap destinasi wisata domestik, Taiwan Public Opinion Research Center (TPOC) merilis data terbarunya.
圖/TVBS
Berdasarkan analisis data sentimen publik dari QuickseeK, platform analisis big data, yang dilakukan mulai 1 Januari hingga 25 Agustus 2024, terungkap bahwa destinasi dengan sentimen negatif tertinggi adalah Kabupaten Pingtung, diikuti oleh Kota Kaohsiung, Kota Tainan, Kota Taichung, dan Kota New Taipei.
TPOC menganalisis bahwa tingginya sentimen negatif terhadap Kabupaten Pingtung disebabkan oleh beberapa faktor. Sebanyak 26% mengeluhkan harga akomodasi yang terlalu mahal, sementara 20% lainnya menyoroti perilaku serakah para pelaku bisnis lokal yang mematok harga terlalu tinggi, yang mana tidak sesuai dengan ekspektasi harga di wilayah selatan Taiwan.
Selain itu, 17% wisatawan berpendapat bahwa dengan harga dan kualitas yang ditawarkan pariwisata domestik saat ini, lebih baik berlibur ke luar negeri.
![]()
Kenting di selatan Taiwan. 圖/YAHOOTAIWAN
Memang, lesunya industri pariwisata di Kenting belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Banyak yang berpendapat bahwa harga makanan di Kenting Street terlalu mahal, ditambah lagi dengan praktik pengusaha yang memonopoli tempat di pantai dengan menancapkan payung, serta tarif penginapan yang tidak masuk akal.
Semua faktor ini membuat wisatawan merasa lebih baik berlibur ke luar negeri untuk menikmati suasana yang berbeda dengan harga yang lebih sepadan, ketimbang harus membelanjakan uang di kawasan Kabupaten Pingtung.