(Taiwan, ROC) - Financial Times Inggris melaporkan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat (AS) berencana untuk memulai kerja sama dalam teknologi pesawat nirawak (UAV atau drone) sebagai bagian dari upaya menciptakan rantai pasokan yang tidak bergantung pada Tiongkok.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa para eksekutif dari 26 produsen sistem tak berawak dan sistem anti-drone AS tiba di Taipei pada tanggal 22, dan diperkirakan akan mengadakan pertemuan tiga hari dengan orang-orang dari industri drone Taiwan, dan pejabat militer yang bertanggung jawab atas pengadaan serta penelitian dan pengembangan senjata.
Sumber dalam industri terkait mengungkapkan bahwa produsen terkait drone AS datang ke Taiwan di bawah pengaturan American Institute in Taiwan (AIT). Dalam kunjungan tiga hari, mereka akan mengunjungi Institut Sains dan Teknologi Chung-Shan Nasional dan bertemu dengan para pemimpin industri Taiwan.
Selain itu, Kementerian Perekonomian (MOEA) mengumumkan pembentukan Aliansi Peluang Bisnis Luar Negeri UAV pada tanggal 10 untuk mempromosikan pengembangan internasional industri pesawat nirawak. Chairman perusahaan AIDC Hu Kai-hung (胡開宏) telah ditunjuk sebagai ketua aliansi, dan upacara pengambilan sumpah diadakan di Taichung hari Senin, dihadiri lebih dari 40 perusahaan.
Hu menegaskan, tujuan utama Aliansi Peluang Bisnis Luar Negeri UAV adalah untuk mengintegrasikan semua produsen dalam negeri untuk saling mambantu dalam peningkatan teknologi dan mengembangkan pasar global.
Menurutnya, AIDC telah lama terlibat dalam perakitan dan produksi struktur badan pesawat, maka memiliki kapasitas yang cukup untuk membantu produksi massal drone, dan pihaknya optimistis setelah aliansi terbentuk, mereka dapat mengintegrasikan teknologi dalam negeri dan kemampuan produksi massal untuk membangun tim drone nasional Taiwan.
Pasar drone global memiliki permintaan yang sangat besar. AIDC menunjukkan bahwa tujuan industri yang ditetapkan oleh pemerintah adalah mencapai kapasitas produksi bulanan sebesar 15.000 drone pada tahun 2028, dan mendorong nilai output industri secara keseluruhan menjadi NT$30 miliar, bertumbuh 10 kali lipat dibandingkan nilai saat ini.