(Taiwan, ROC) --- Pusat Pengendalian Epidemi di Taiwan (CDC) menyatakan bahwa laporan warga yang menderita diare mendekati rekor tertinggi kedua dalam lima tahun belakangan, dan mungkin belum akan berakhir setelah Festival Pertengahan Musim Gugur.
Juru Bicara CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞), mengatakan bahwa dua minggu setelah Festival Pertengahan Musim Gugur biasanya merupakan masa puncak diare. Tahun ini, jumlah kunjungan rawat jalan mingguan diperkirakan akan mencapai 150.000, dan diprediksi akan terjadi pada awal Oktober mendatang.
Data pemantauan CDC menunjukkan bahwa terdapat 137.034 kunjungan rawat jalan untuk gangguan diare pada minggu lalu (8-14 September), yakni meningkat 3,3% dibandingkan 132.519 kunjungan pada minggu sebelumnya, dan merupakan tertinggi kedua dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama.
圖/CDC
Selain itu, norovirus telah menjadi patogen utama yang terdeteksi dalam beberapa kasus diare baru-baru ini. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kebersihan tangan dan sanitasi makanan.
Wakil Direktur Pusat Komando Epidemi, Lee Chia-lin (李佳琳), mengatakan bahwa total 106 kasus laporan kluster diare telah diterima secara nasional dalam empat minggu terakhir, yang juga lebih tinggi dari jumlah yang dilaporkan selama periode yang sama dari tahun 2019 hingga 2023.
Sebagian besar kasus laporan kluster diare terjadi di industri makanan dan penginapan. Di antara mereka, 41 kasus dinyatakan positif patogen, dengan norovirus terdeteksi di 20 kasus (48,8%), diikuti oleh Vibrio parahaemolyticus di 15 kasus (36,6%).