(Taiwan, ROC) --- Penuaan penduduk di Taiwan semakin cepat! Dewan Pembangunan Nasional (NDC) memperkirakan bahwa Taiwan akan memasuki masyarakat super aged (super tua) pada tahun 2025.
Faktanya, menurut statistik terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (MOI), hingga Agustus 2024, persentase penduduk berusia 65 tahun ke atas di Kabupaten Chiayi, Kota Taipei, Kabupaten Nantou, Kabupaten Yunlin, Kabupaten Pingtung, Kabupaten Hualien, dan Kota Keelung telah melebihi 20%. Ini berarti bahwa 7 kabupaten/kota ini telah memasuki masyarakat super aged lebih awal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan aging society sebagai masyarakat dengan populasi berusia 65 tahun ke atas sebesar 7% dari total populasi, sedangkan aged society sebesar 14%, dan super aged society sebesar 20%.
Populasi lansia di Taiwan telah meningkat pesat sejak tahun 2011 dan secara resmi memasuki aged society pada bulan Maret 2018.
Berdasarkan "Analisis Data Statistik Rumah Tangga" terbaru dari MOI, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas di Taiwan mencapai 4,41 juta jiwa pada akhir Agustus tahun ini, terhitung 18,87% dari total populasi.
圖/內政部
Jika laju pertumbuhan ini tidak berubah, NDC memperkirakan angka tersebut akan mencapai 20% pada tahun depan. Ini berarti Taiwan akan bertransisi dari aged society menjadi masyarakat super aged society hanya dalam waktu 8 tahun.
Dari 22 kabupaten/kota di Taiwan, 4 di antaranya telah mencapai standar masyarakat super aged society pada akhir tahun 2022. Statistik terbaru MOI menunjukkan bahwa jumlah ini meningkat menjadi 7 kawasan pada akhir Agustus tahun ini, yang berarti hampir sepertiga dari kabupaten/kota di Taiwan telah memasuki masyarakat super aged society.
Dilihat dari peringkat masing-masing kabupaten/kota, Kabupaten Chiayi memiliki proporsi penduduk lanjut usia tertinggi sebesar 22,88%, diikuti oleh Kota Taipei sebesar 22,67%, dan Kabupaten Nantou sebesar 21,42%. Kabupaten Yunlin dan Kota Keelung menempati peringkat ke-4 dengan 20,91%.
Kabupaten/kota lain yang melampaui 20% adalah Kabupaten Pingtung dengan 20,64% dan Kabupaten Hualien dengan 20,30%.
MOI menganalisis bahwa daerah dengan penuaan penduduk yang lebih cepat sebagian besar adalah kabupaten/kota yang bergelut di sector pertanian pertanian pada tahap awal. Karena kurangnya kesempatan kerja lokal, banyak anak muda meninggalkan kampung halaman mereka untuk bekerja di kabupaten/kota lain.

Dari 22 kabupaten/kota di Taiwan, 4 di antaranya telah mencapai standar masyarakat super aged society pada akhir tahun 2022. Statistik terbaru MOI menunjukkan bahwa jumlah ini meningkat menjadi 7 kawasan pada akhir Agustus tahun ini, yang berarti hampir sepertiga dari kabupaten/kota di Taiwan telah memasuki masyarakat super aged society. 圖/CNA
Di daerah metropolitan Kota Taipei, karena harga perumahan yang tinggi, banyak anak muda memilih untuk menetap di kabupaten/kota di luar ibu kota. Selain itu, sumber daya medis di Kota Taipei melimpah, dan kesehatan masyarakat dapat dirawat dengan lebih baik, yang juga menjadi salah satu alasan tingginya proporsi penduduk lanjut usia di kota ini.
Selain itu, dengan meningkatnya populasi lanjut usia, rasio ketergantungan usia lanjut di Taiwan juga meningkat secara signifikan. Menurut statistic NDC, jumlah penduduk lanjut usia yang ditanggung oleh setiap 100 penduduk usia kerja adalah 16,19 pada tahun 2014, diperkirakan angka ini akan meningkat menjadi 27,89 pada tahun ini, dan akan melonjak menjadi 32,39 pada tahun 2027.
Dilihat dari perkembangan fenomena yang ada, dapat diprediksi bahwa beban kaum muda akan lebih berat jika dibandingkan era sebelumnya.