(Taiwan, ROC) -- Demi menghapus julukan "neraka bagi pejalan kaki" yang melekat pada Taiwan, Kementerian Dalam Negeri (MOI) dan Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) bekerja sama merancang "zona prioritas pejalan kaki" yang akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2024.
Nantinya, kendaraan yang memasuki "zona prioritas pejalan kaki" wajib mengurangi kecepatan hingga maksimal 20 kilometer per jam atau berhenti sejenak untuk mendahulukan pejalan kaki. Pelanggar akan dikenai denda maksimal sebesar NT$36.000.
Terkait penentuan lokasi zona prioritas pejalan kaki, MOTC hari ini (20/9) menegaskan bahwa zona ini tidak akan diterapkan di jalan-jalan utama.
Sejalan dengan rancangan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang tentang Fasilitas Keselamatan Lalu Lintas Pejalan Kaki yang diumumkan MOI, MOTC tidak hanya merevisi Peraturan tentang Pemasangan Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas , tetapi juga mengumumkan revisi "Peraturan Keselamatan Lalu Lintas Jalan".
Revisi ini mengatur hak kendaraan dan pejalan kaki di "zona prioritas pejalan kaki", termasuk kewajiban pengemudi kendaraan untuk mengurangi kecepatan hingga maksimal 20 km/jam atau berhenti sejenak untuk mendahulukan pejalan kaki, serta larangan membahayakan keselamatan pejalan kaki atau menghalangi perjalanan mereka.
Sementara itu, meskipun pejalan kaki boleh berjalan di seluruh lebar jalan, mereka dilarang berlari, saling kejar, atau bermain-main yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.