History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Polisi Periksa Ponsel Pekerja Migran, “Terkejut Menemukan Foto Pembuangan Mayat”, Korban Dipukuli Hingga Tewas dan Dikubur di Pegunungan, Putrinya Memohon Bantuan dari Luar Negeri

  • 20 September, 2024
  • 尤繼富
Polisi Periksa Ponsel Pekerja Migran, “Terkejut Menemukan Foto Pembuangan Mayat”, Korban Dipukuli Hingga Tewas dan Dikubur di Pegunungan, Putrinya Memohon Bantuan dari Luar Negeri
Polisi Periksa Ponsel Pekerja Migran, “Terkejut Menemukan Foto Pembuangan Mayat”, Korban Dipukuli Hingga Tewas dan Dikubur di Pegunungan, Putrinya Memohon Bantuan dari Luar Negeri 圖/自由時報

(Taiwan, ROC) --- Seorang warga negara asal Thailand berinisial A-er, yang bekerja secara ilegal di Taiwan terlibat dalam perkelahian fisik dengan seorang rekan senegaranya, diduga setelah minum alkohol, di sebuah rumah sewaan di kawasan Gongguan, Miaoli, pada 14 September 2024.

A-er kemudian ditemukan tewas, dan majikannya bersama dua pekerja migran lainnya mengubur jenazahnya.

Putri A-er di Thailand merasa curiga setelah diberi tahu tentang kematian mendadak ayahnya dan penguburannya. Dia kemudian menghubungi seorang penerjemah di Yilan untuk melaporkan kecurigaannya kepada polisi.

Polisi Miaoli menemukan jenazah A-er pada Selasa kemarin (17/9), dan menangkap dua tersangka pada Kamis dini hari kemarin (19/9).

苗栗警方輾轉獲報,於中秋節晚間在公館鄉一處廢棄民宅逮捕5名泰籍失聯移工。(民眾提供)

圖/自由時報

Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa A-er sedang makan dan minum dengan beberapa rekan senegaranya di rumah sewaan mereka di Desa Guandong ketika perkelahian terjadi. A-er pingsan setelah perkelahian tetapi kemudian siuman.

Keesokan paginya, A-bo menemukan A-er tidak responsif dan memanggil majikan mereka, bermarga Deng (鄧姓). Setelah memastikan A-er telah meninggal, Deng dan A-bo, bersama dengan pekerja migran lainnya, mengangkut jenazah tersebut ke daerah pegunungan dan menguburnya di sebuah kuburan yang dangkal.

Untuk menutupi jejak mereka, para tersangka memberi tahu pacar A-er di Taiwan bahwa dia meninggal mendadak dan telah dimakamkan. Pacar A-er menyampaikan informasi tersebut kepada keluarganya di Thailand, yang menyebabkan putrinya curiga dan akhirnya melapor ke polisi.

Jaksa akan melakukan autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian A-er. 

苗栗警方於中秋節當晚將5名泰籍失聯移工查獲,並至福基村一帶山區尋獲並挖出阿二遺體。 (警方提供)

Setelah memastikan A-er telah meninggal, Deng dan A-bo, bersama dengan pekerja migran lainnya, mengangkut jenazah tersebut ke daerah pegunungan dan menguburnya di sebuah kuburan yang dangkal. 圖/自由時報

Pada perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur kemarin, yang bertepatan tanggal 17 September 2024, polisi Miaoli menggerebek sebuah rumah di Desa Fuxing, Gongguan, Miaoli, dan menemukan lima warga negara Thailand berstatus hilang kontak (ilegal).

Selama interogasi, polisi menemukan foto-foto penguburan jenazah di ponsel salah satu individu tersebut, yang mengarah pada terungkapnya pembunuhan A-er.

Terungkap bahwa A-bo berusia 31 tahun telah memukuli A-er hingga tewas, dan kemudian, dengan bantuan majikan bermarga Deng berusia 55 tahun dan seorang pekerja migran lainnya, mengubur jenazahnya.

Bertindak berdasarkan informasi tersebut, polisi segera pergi ke lokasi penguburan di daerah pegunungan di Gongguan dan berhasil menemukan jenazah A-er.

Sementara itu, A-bo dan pekerja migran yang terlibat dalam penguburan tersebut melarikan diri dan bersembunyi. Polisi kemudian melakukan pengintaian di dekat tempat tinggal para pekerja migran tersebut.

Pada Kamis subuh kemarin (19/9), sekitar pukul 05:00, polisi berhasil menangkap dua pekerja migran yang terlibat dalam penguburan tersebut saat mereka kembali untuk mengambil barang-barang mereka. Di lain pihak, majikan bermarga Deng diketahui  telah melarikan diri dari Taiwan.

Polisi tengah menginterogasi kedua tersangka dan akan melimpahkan kasus tersebut ke Kantor Kejaksaan Distrik Miaoli dengan tuduhan melukai yang mengakibatkan kematian dan menghilangkan jejak (mayat). Upaya sedang dilakukan untuk menangkap Deng dan membawanya ke pengadilan.

苗栗警方今天清晨5點多,趁阿波(黃帽者)2人回來拿行李時,當場逮捕帶回,全案依傷害致死、毀棄屍體罪嫌偵辦。(警方提供)

Pada Kamis subuh kemarin (19/9), sekitar pukul 05:00, polisi berhasil menangkap dua pekerja migran yang terlibat dalam penguburan tersebut saat mereka kembali untuk mengambil barang-barang mereka. 圖/自由時報

Pacar korban yang berada di Taiwan mengirimkan foto dan video kepada putri sulung korban di Thailand untuk membuktikan bahwa ayahnya meninggal karena sakit di Taiwan, dan berjanji membantu proses pemakaman.

Namun, sang putri curiga kematian ayahnya tidak wajar, sehingga ia meminta bantuan seorang penerjemah bermarga Wang (王姓) yang berdomisili di Yilan. Wang kemudian menghubungi polisi Miaoli, yang kemudian membuat kasus ini akhirnya bisa terungkap.

Wang, penerjemah yang membantu pelaporan kasus ini, mengungkapkan bahwa korban yang berusia 47 tahun, A-er, datang ke Taiwan pada Mei tahun lalu dengan visa turis 15 hari setelah berpisah dengan pasangannya di Thailand.

Ia kemudian tetap tinggal melebihi izin (visa), dan akhirnya bekerja ilegal di Gongguan, Miaoli, setelah dikenalkan pekerjaan tersebut oleh sesama warga negara Thailand.

A-er meninggalkan seorang putri sulung yang baru saja dewasa dan sedang hamil, serta seorang putri berusia 14 tahun, seorang putri berusia 10 tahun, dan seorang putra.

Karena situasi keuangan yang sulit dan tinggal di daerah terpencil di timur laut Thailand, putri sulungnya tidak mampu membeli tiket pesawat ke Taiwan. Ia hanya bisa mempercayakan Wang untuk menangani situasi ini dan berharap polisi dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian dan memberikan penjelasan kepada keluarga korban.

Komentar

Terbarumore