(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan sebuah penelitian terbaru mengemukakan, dari darah, rambut, air susu ibu dan lainnya memperlihatkan dalam tubuh manusia ditemukan 3.601 jenis dari sekitar 14 ribu jenis kandungan kimia yang diketahui terdapat dalam kemasan produk makanan, bahkan kemasan dari bahan daur ulang pun juga tidak memberikan masyarakat rasa tenang bebas dari kimia.
Dari kemasan kedap udara produk daging, makanan delivery hingga kemasan plastik minuman, semua kemasan produk makanan yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari kita. Washington Post membeberkan, dalam penelitian yangga dipimpin oleh Direktur manager dari “Food Packaging Forum” Jane Muncke yang juga salah seorang penulis dari penelitian yang diselenggarakan oleh Swiss dan negara-negara lainnya, mendapati seperempat dari kandungan kimia pada kemasan produk makanan juga ditemukan dalam tubuh manusia.
Dalam tubuh manusia bisa didapati kimia yang terkandung dalam kemasan seperti logam, bahan kimia organic yang bersifat mudah menguap, plasticizer bahkan PFAS (Per- and polyfluoroalkyl substances yaitu zat kimia yang sulit terurai yang menjadi perhatian karena telah menjadi polutan bersifat abadi di lingkungan oleh Eropa dan Amerika Serikat) serta berbagai jenis zat kimir yang berkemungkinan menyebabkan kanker atau penyakit lainnya.
Makalah yang bertajuk “Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology” belum secara langsung mengaitkan temua terkait ini dengan patologi mahusia, tetapi anggota peneliti menyampaikan bahwa daftar bahan kimia ini bisa digunakan sebagai acuan dalam penelitian terkait risiko kesehatan di masa mendatang.
Suhu tinggi membuat banyak bahan kimia dari kemasan terurai masuk dalam bahan makanan, ini juga menjadi pertimbangan atas saran pakar kesehatan untuk tidak langsung memanaskan makanan dengan kemasan di microwave. Makanan dengan kandungan lemak atau asam tinggi biasanya lebih banyak menyerap bahan kimia. Wadah kemasan yang kecil dengan ruang kosong yang semakin sedikit sehingga lebih banyak bagian dari makanan yang bersentuhan langsung dengan wadah kemasan juga mempertinggi penyerapan bahan kimia pada makanan.
Meskipun kebanyakan dari makanan dikemas dalam wadah berbahan plastic, tetapi Jane Muncke beranggapan, kertas daur ulang dan kertas logam juga sama parahnya, “saya tahu hal ini sulit dipercayai oleh kebanyakan orang”. Jane Muncke menjelaskan, kertas daur ulang untuk mengemas produk makanan, mungkin menyebabkan tinta pada kertas bersentuhan dengan makanan sehingga risiko terserapnya bahan kimia pada makanan semakin meningkat. Para pakar menyampaikan, perlu adanya pengujian lebih lanjut pada kemasan makanan dan melakukan standar bahan kemasan yang aman. Jane Muncke mengemukakan, “Kita harus mempertimbangkan bagaimana metode pengemasan produk makanan yang aman, terapi yang sangat saya khawatirkan adalah kurangnya tindakan dan pertimbangan untuk menjalaninya.”