History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PMI Terkena Kanker dan Membutuhkan Perawatan, Agensi Taiwan Tergerak dan Menggalang Dana, NT$100 Ribu Terkumpul

  • 19 September, 2024
  • 尤繼富
PMI Terkena Kanker dan Membutuhkan Perawatan, Agensi Taiwan Tergerak dan Menggalang Dana, NT$100 Ribu Terkumpul
PMI Terkena Kanker dan Membutuhkan Perawatan, Agensi Taiwan Tergerak dan Menggalang Dana, NT$100 Ribu Terkumpul 圖/YAHOO 台灣

(Taiwan, ROC) --- Seorang perawat asal Indonesia bernama Ani yang bekerja di Taiwan, secara tak terduga menemukan benjolan di payudaranya. Setelah periksa ke rumah sakit, ia didiagnosis menderita kanker payudara yang telah menyebar ke kelenjar getah bening. Ani terpaksa berhenti bekerja dan pulang ke Indonesia untuk menjalani pengobatan.

Mengetahui hal ini, perusahaan agensi tempat Ani bernaung tergerak untuk menggalang dana. Lebih dari NT$100.000 berhasil dikumpulkan untuk meringankan beban Ani agar ia dapat fokus berobat dan melawan penyakitnya.

Ani berasal dari keluarga kurang mampu di Indonesia dan memiliki dua orang anak. Beberapa tahun lalu, kakak perempuan dan neneknya meninggal dunia karena kanker. Sang suami pun turut berpulang karena terinfeksi COVID-19 saat pandemi.

陪病床難睡!她怨「坐到天亮」 網曝正解:多起來看病人| 新奇| NOWnews今日新聞

圖/PEXELS

Kehilangan banyak anggota keluarga karena penyakit tentu membuat Ani sedih dan terpukul. Namun, ia tidak menyerah pada keadaan. Demi menghidupi keluarganya, Ani memutuskan untuk merantau ke Taiwan dan bekerja sebagai perawat.

Melalui agensi di Taiwan, Ani ditempatkan di Kaohsiung. Ia menjalani kehidupan yang stabil di Taiwan. Saat merasa hidupnya mulai membaik, Ani justru mengalami masalah kesehatan. Ia menemukan benjolan di payudaranya dan didiagnosis menderita kanker payudara stadium dua. Kanker tersebut telah menyebar ke kelenjar getah bening sehingga ia harus segera menjalani pengobatan.

Setelah kejadian tersebut, Ani dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap bekerja di Taiwan atau pulang untuk berobat. Awalnya, Ani merasa berat hati meninggalkan pekerjaannya di Taiwan. Namun, setelah berdiskusi dengan keluarga, ia memutuskan untuk pulang dan menjalani pengobatan di Indonesia.

Melihat kondisi Ani, perusahaan agensi tempatnya bernaung berinisiatif untuk menggalang dana. Lebih dari NT$100.000 berhasil dikumpulkan untuk membantu meringankan biaya pengobatan dan kebutuhan hidup Ani.

"Kami semua turut prihatin setelah mengetahui kondisi Ani," ungkap Cheng Kai-wen (鄭凱文), CEO perusahaan agen tenaga kerja tersebut. "Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menggalang dana dan membantu melunasi pinjaman yang ia ajukan untuk bekerja ke Taiwan. Kami berharap Ani dapat pulang ke Indonesia tanpa beban utang dan ekonomi."

高雄看護罹癌返印尼仲介募10萬救急- 地方新聞- 中國時報

Ani (kacamata kiri) dan Cheng Kai-wen (tengah) 圖/CTWANT

Cheng Kai-wen menambahkan bahwa semua orang tahu bahwa pengobatan kanker membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia pun berterima kasih atas kebaikan hati semua pihak yang telah berdonasi sehingga terkumpul lebih dari NT$100.000 untuk Ani. "Semoga Ani dapat fokus menjalani pengobatan tanpa rasa khawatir, dan lekas sembuh dari penyakitnya."

Setelah tiba di Indonesia, Ani mengirimkan pesan kepada Cheng Kai-wen untuk mengabarkan bahwa ia telah sampai dengan selamat.

Ani juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua orang yang telah berdonasi. "Saya mungkin tidak dapat membalas kebaikan kalian semua. Saya hanya bisa berdoa semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Saya berjanji akan menggunakan uang ini dengan sebaik-baiknya dan berharap dapat membantu orang lain yang membutuhkan seperti kalian di masa depan, sehingga setiap sudut dunia dipenuhi dengan kehangatan."

Komentar

Terbarumore