(Taiwan, ROC) --- Insiden lansia yang terjatuh dari tempat tidur di pusat perawatan jangka panjang sering terjadi. Penghuni pusat perawatan jangka panjang yang hendak bangkit dari tempat tidur dengan langkah yang tidak stabil atau meninggalkan tempat tidur tanpa pemberitahuan di malam hari adalah penyebab utama terjadinya jatuh dari tempat tidur.
Baru-baru ini, Institut Riset Teknologi Industri Informasi (ITRI) memperkenalkan "Sistem Perawatan Kasur Cerdas yang Didukung oleh 5G dan AI", yang dapat memprediksi perilaku lansia yang hendak turun dari tempat tidur 90 detik sebelumnya, sehingga secara efektif mengurangi tekanan bagi para perawat.
Teknologi ini tidak hanya memenangkan penghargaan 100 besar Inovasi Litbang Global tetapi juga memenangkan medali perak untuk kategori Kontribusi Sosial Perusahaan.
Lee Ying-fang (李穎芳), Ketua Pusat Keknologi Telekomunikasi Cerdas di ITRI mengatakan bahwa hal yang paling ditakutkan oleh para lansia, terutama lansia penderita demensia, ketika bangun dari tempat tidur adalah mereka tidak menyadari bahwa mereka akan bangun dan langsung bangun dari tempat tidur. Bahkan jika mereka menyadari bahwa mereka akan bangun, mereka mungkin gengsi atau merasa masih mampu, sehingga mereka nekat bangun sendiri, atau karena mereka tidak ingin merepotkan orang lain dan tidak mau dibantu. Menghadapi situasi ini, sangat penting untuk memprediksi perilaku ara lansia terlebih dahulu.
Lee Ying-fang menyampaikan bahwa ITRI telah menggunakan teknologi AI untuk mengintegrasikan sistem komunikasi 5G Compal Electronics dengan kasur pintar. Kolaborasi ini menghasilkan "Sistem Perawatan Kasur Cerdas Bertenaga 5G dan AI".
Sistem ini dapat mendeteksi ketika seorang lansia yang dirawat ingin bangun dari tempat tidur. Melalui prediksi sistem, perawat akan menerima pemberitahuan 90 detik sebelum pasien bangun. Hal ini secara efektif mencegah lansia jatuh dan mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan rutin oleh perawat mereka.
Lee Ying-fang mengatakan, "Model ini dirancang khusus untuk penderita demensia. Kita mungkin tidak dapat mengidentifikasi (tanda-tanda), tetapi kasur mengetahuinya. Kasur dapat mendeteksi pola gerakan khas pasien sebelum bangun dari tempat tidur. Dibutuhkan sekitar dua hari untuk mempelajari pola gerakan pasien sepenuhnya."
Dia menambahkan bahwa teknologi ini memiliki model umum dengan akurasi 70%. Namun, dengan pembelajaran selama dua hari, kasur dapat memprediksi perilaku individu dengan lebih akurat. "Inilah kekuatan AI," ujarnya.
Saat ini, teknologi tersebut telah diterapkan di fasilitas perawatan jangka panjang Yongxin Xinjia di Taichung, yang mana menguntungkan lebih dari 5.400 orang. Teknologi ini secara efektif mengatasi tantangan pencegahan jatuh pada lansia dan penderita demensia di fasilitas perawatan.
Mengenai biaya, penyedia layanan menyatakan bahwa sewa kasur sekitar NT$1.500 per bulan, tanpa memperhitungkan biaya komunikasi 5G. Kasur juga dapat digunakan dengan jaringan Wi-Fi rumah tangga. Mereka berharap dapat memperluas penggunaan teknologi ini ke rumah-rumah masyarakat, sehingga meringankan beban fisik dan mental para perawat.