History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

12 Orang Keracunan Bacang Siput, 3 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

  • 18 September, 2024
  • 李珮菁
12 Orang Keracunan Bacang Siput, 3 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Bacang siput yang dicurigai menyebabkan keracunan (foto: Ettoday)

(Taiwan, ROC) -- Kasus keracunan makanan terjadi di Kotapraja Jinfeng, Kabupaten Taitung pada hari ini (18/9), tepatnya di Kampung Suku Binmao dan Liqiu. Informasi awal menunjukkan bahwa ada 12 orang yang mengalami keracunan setelah memakan bacang siput yang dibuat oleh seorang wanita tua bermarga Liu (83 tahun). Wanita tersebut turut menjadi korban meninggal.

Liu En-rui (劉恩睿), Direktur Ruang Gawat Darurat dari RS Mackay Taitung menyampaikan, bahwa ada 7 orang yang dikirim ke rumah sakit, tapi 2 orang di antaranya meninggal dunia meskipun telah diresusitasi. Sebagian besar gejala pasien saat tiba di rumah sakit adalah gemetar, berkeringat di sekujur tubuh, dan banyak sekresi yang keluar dari mulut dan hidung saat diintubasi, kemudian meninggal akibat gagal napas.

Menurut seorang warga kampung suku terkait, awalnya seorang wanita tua bermarga Liu membuat bacang otek dengan isian siput, daging babi, rebung, dan tepung otek (millet). Setelah memakan bacang tersebut, pada 17 September ia merasa tidak enak badan dan kemudian meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.

Kabar duka tersebut membuat para kerabat dan teman segera berkunjung ke rumah Nenek Liu untuk menghadiri pemakaman. Saat itu, keluarga tak menyadari adanya kemungkinan kasus keracunan makanan. Mereka memberikan para tamu bacang otek buatan almarhumah, memasakkan sup siput, dan berbagai makanan lain. Setelahnya, beberapa orang menunjukkan gejala keracunan dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Saat ini 3 orang berada di ruang perawatan intensif, sementara 2 orang lainnya berada dalam pengawasan. Bacang otek atau millet yang ada pun kini telah diuji untuk mengetahui penyebab keracunan. Polisi juga menemukan bahwa bekicot yang ada diberikan oleh seorang pria bermarga Li dari kampung suku yang sama dan ia menyampaikan bahwa siput-siput terkait di lahan pertanian.

Komentar

Terbarumore