(Taiwan, ROC) -- Agence France-Presse (AFP) melaporkan, sebuah laporan terkait situasi demokrasi yang dikeluarkan hari ini (17/9) menyampaikan, tingkat pemberian suara dari pemilu yang berlangsung di tiap-tiap tempat di dunia mengalami penurunan, hasil perolehan suara dalam keberlangsungan pemilu juga semakin dipertanyakan.
Berdasarkan laporan tahunan dari Institut Internasional Demokrasi dan Bantuan Pemilu (International Institute for Democracy and Electoral Assistance / International IDEA) sebuah organisasi yang berbasis di Stockholm, Swedia, memperlihatkan tingkat pemberian suara dalam pemilu global mengalami penurunan sebesar 10% dari 65,2% menjadi 55,5% selama tahun 2008 hingga tahun 2023. Sekjen IDEA Kevin Casas-Zamora memberitahukan AFP, pengaruh dari masalah “negara demokrasi muda” juga memengaruhi “negara demokrasi tua dan solid” di benua Eropa dan Amerika.
Kevin Casas-Zamora menambahkan, hampir setengah wadah pemikir dari 173 negara yang tercakup memperlihatkan penurunan yang cukup serius dalam satu unsur penting dalam demokrasi seperti kemampuan penyelenggaraan yang dapat dipercaya dan kebebasan pers.
Berdasarkan laporan ini, ada 3 indikator yang mengalami penurunan sejak tahun 2015 di Amerika Serikat, yaitu kredibilitas pemilu, kebebasan umum dan kesetaraan politik. Selain itu, berdasarkan IDEA pada April lalu, yang juga menurut sebuah penelitian yang dirilis pada Juli menjelang upaya pembunuhan Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat yang sekarang mencalonkan diri lagi dalam pemilu presiden periode berikut, bahwa tidak sampai setengah (47%) dari masyarakat Amerika Serikat yang beranggapan bahwa pemilu AS tahun 2020 berjalan dengan “adil dan bebas”.