(Taiwan, ROC) - Memerangi penipuan keuangan dengan segenap kekuatan telah menjadi salah satu prioritas utama Yuan Eksekutif, dan hanya upaya bersama pemerintah dan rakyat yang dapat sepenuhnya mencegah penipuan, demikian ditegaskan oleh Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) pada hari Senin.
Saat melakukan lawatan pada hari Senin ke Departemen Bisnis di Cathay United Bank, bank yang menempati peringkat pertama di Taiwan dalam kinerja pencegahan penipuan di loket bank tahun lalu, Cho mengungkapkan bahwa dia sendiri pernah mendapat “prihatin” di loket bank saat mengirimkan uang berjumlah besar kepada istrinya, meski menghabiskan lebih banyak waktu di bank, dia merasakan kehangatan dari upaya pegawai bank untuk mencegah terjadinya penipuan.
Cho mengatakan, “Mulai dari teknologi, publisitas, dan melalui upaya pegawai di loket bank. Hanya melalui penjalinan seperti ini, perlawanan terhadap penipuan dapat didorong selangkah demi selangkah. Total anggaran pemerintah pusat tahun depan adalah NT$7,3 miliar. Untuk seluruh proses pencegahan dan pemberantasan penipuan, Cathay United Bank sendiri saja tahun lalu mencatat total 1.182 kasus senilai NT$1,28 miliar. Dengan jumlah tersebut dalam setahun, 1.182 kasus bukan berarti 1.182 orang, tapi 1.182 keluarga. Setiap keluarga akan mengalami kesulitan keuangan karenanya.”
Sementara itu, Direktur Cathay United Bank, Andrew Kuo (郭明鑑) menegaskan bahwa melawan penipuan telah menjadi DNA bank, dan pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan polisi untuk menuntaskan pencegahan penipuan.
Menurut Kuo, seiring dengan penggunaan kecerdasan artifisial (AI) untuk membangun modul deteksi penipuan guna memperkuat mekanisme peringatan dini, Cathay United Bank merancang aplikasi pelindungnya yakni “Cathay Shield” untuk menaati Regulasi Strategi Anti-Penipuan Versi 1.5 dari Yuan Eksekutif, dan mengembangkan cetak biru pencegahan penipuan serta melatih pegawai anti-penipuan yang hingga kini telah dipartisipasi oleh lebih dari 10.000 orang.