(Taiwan, ROC) --- Tim Operasi Khusus Imigrasi Kota Hsinchu baru-baru ini menangkap dua PMA status hilang kontak (ilegal) asal Vietnam di sebuah proyek konstruksi di Hsinchu.
Kedua pria tersebut, yang merupakan abang dan adik, menarik perhatian petugas karena penampilan mereka yang rupawan, yang mengingatkan pada aktor Korea, Hyun Bin.
Bahkan saat dihadapkan oleh petugas, kedua PMA tetap tersenyum, memperlihatkan gigi mereka yang putih bersih. Meskipun penampilan mereka yang tampan, tetapi petugas tetap melanjutkan tugasnya, yakni memproses kedua individu tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku di Taiwan. Sontak saja senyum kedua PMA tersebut berubah menjadi raut wajah kecewa.

Tim Operasi Khusus Imigrasi Kota Hsinchu baru-baru ini menangkap dua PMA status hilang kontak (ilegal) asal Vietnam di sebuah proyek konstruksi di Hsinchu. 圖/UDN
Tim Operasi Khusus Hsinchu menyatakan bahwa mereka menerima laporan tentang keberadaan PMA ilegal di sebuah kawasan proyek. Setelah tiba di lokasi konstruksi, petugas segera memperhatikan kedua bersaudara tersebut, yang telah berusaha untuk tidak menarik perhatian dengan tetap tenang. Namun, penampilan mereka yang berbeda membuat mereka mudah teridentifikasi.
Ketika ditanyai, salah satu pekerja migran, berinisial Ading, mempertahankan sikap cerianya, membuat petugas terkesan dengan sikapnya yang tenang.
Namun, selama proses interogasi, Ading secara tidak sengaja mengungkap status ilegalnya, lalu membocorkan kalau ia adalah pihak membantu saudaranya untuk mendapatkan pekerjaan di lokasi konstruksi.
Pernyataan yang tidak disengaja ini semakin menguatkan kecurigaan petugas untuk kemudian menangkap mereka.
Petugas dengan segera memberi tahu Ading bahwa tindakannya telah melanggar hukum. Petugas juga kembali menerangkan kalau mempekerjakan sesama warga negara atau kerabat melalui koneksi pribadi merupakan tindakan ilegal yang dapat dikenakan denda hingga NT$500.000. Teguran ini membuat Ading, yang awalnya tersenyum, langsung muram.

Kedua pria tersebut, yang merupakan abang dan adik, menarik perhatian petugas karena penampilan mereka yang rupawan, 圖/UDN
Tim Operasi Khusus Hsinchu melaporkan bahwa operasi tersebut berhasil mengidentifikasi 14 pelanggaran, termasuk pelanggaran izin tinggal, praktik perekrutan ilegal, pemberi kerja ilegal, dan individu yang memfasilitasi penampungan ilegal.
Semua kasus telah diserahkan ke Pemerintah Kota Hsinchu untuk ditindaklanjuti sesuai dengan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan.
Ading, pekerja migran Vietnam yang tampan, dapat menghadapi denda maksimum sebesar NT$500.000 karena keterlibatannya dalam "perekrutan ilegal".
Kepala Tim Operasi Khusus Hsinchu, menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, memfasilitasi atau memperkenalkan pekerjaan ilegal bagi warga negara asing dapat dikenakan denda mulai dari NT$100.000 hingga NT$500.000.
Mereka yang terbukti melakukan praktik perekrutan ilegal untuk tujuan keuntungan dapat menghadapi hukuman penjara hingga 3 tahun, penahanan, atau denda hingga NT$1,2 juta.
Selain itu, mempekerjakan atau menampung warga negara asing secara ilegal dapat dikenakan denda maksimum sebesar NT$750.000.