(Taiwan, ROC) --- Seorang perempuan asing berstatus hilang kontak asal Thailand, baru-baru ini kehabisan akal untuk mencari majikan yang mau memperkerjakannya. Kondisi kian runyam, ketika wanita berusia 36 tahun tersebut sudah kehabisan uang.
Hal ini pun kemudian membuatnya sangat merindukan rumah di kampung halaman.
Pada Selasa (10/9), sekitar pukul 15:00, dalam keadaan putus asa, dia pergi ke toko waralaba untuk meminta bantuan. Melalui aplikasi terjemahan di ponselnya, ia meminta pertolongan kepada staf toko untuk melaporkan statusnya ke polisi, dengan harapan ia dapat segera dipulangkan begitu ditangkap.
Akhirnya, wanita Thailand tersebut diserahkan ke Tim Layanan Khusus Imigrasi Miaoli untuk diproses kepulangannya.

Pada Selasa (10/9), sekitar pukul 15:00, dalam keadaan putus asa, dia pergi ke toko waralaba untuk meminta bantuan. 圖/CTWANT
Kantor Polisi yang menangani kasus ini menyampaikan bahwa petugas mereka, masing-masing Hsu Huan-ming (許桓銘) dan Chang Che-wei (張哲瑋) yang tengah berpatroli pada Selasa sore (10/9), tiba-tiba menerima laporan dari staf toko waralaba.
Staf toko mengatakan bahwa seorang wanita, yang mengaku sebagai wanita asing asal Thailand, membutuhkan bantuan polisi untuk memulangkan dirinya.
Setelah polisi tiba di tempat kejadian dan memeriksanya, mereka mengonfirmasi bahwa izin tinggal dari wanita bersangkutan telah melampaui batas. Mereka kemudian melaporkan kasus tersebut ke Tim Layanan Khusus Imigrasi Miaoli untuk menangani kepulangan wanita Thailand tersebut.
Polisi menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pekerja migran ilegal semakin meningkat, yang bahkan menyebabkan munculnya geng, perkelahian, perjudian, dan penyalahgunaan narkoba, yang semuanya menimbulkan kekhawatiran keamanan publik.
Polisi mengimbau masyarakat di Taiwan untuk tidak merekrut atau mempekerjakan warga asing atau pekerja migran ilegal. Siapapun yang menemukan keberadaan mereka, maka harus segera melaporkannya ke pihak berwenang atau polisi. Hal ini dilakukan guna menjaga ketertiban dan keamanan sosial yang lebih baik.
Diketahui bahwa wanita Thailand tersebut, tidak bisa berbahasa Mandarin sama sekali. Ia memasuki Taiwan dengan visa turis pada bulan Maret. Setelah masa tinggalnya selesai, wanita bersangkutan tidak kembali ke negaranya, malah memutuskan untuk tetap tinggal di Taiwan dan memilih bekerja serabutan melalui perkenalan dari rekan senegaranya. Tanpa diduga, hal yang awalnya dikiranya akan berjalan mulus, ternyata tidak seperti yang direncanakan.
Setelah menghabiskan hampir semua uangnya dan tidak dapat menemukan pekerjaan baru, ia pun kemudian berpikir untuk kembali ke negaranya.
Namun, dengan kondisi tidak ada uang sepeser pun untuk membeli tiket pesawat, ia hanya bisa mondar-mandir di toko waralaba, dan akhirnya mendapatkan ide untuk meminta bantuan dari staf toko untuk melaporkannya, dengan harapan ia dapat dipulangkan setelah polisi menangkapnya.