(Taiwan, ROC) --- Layanan pesan-antar makanan di Taiwan cukup berkembang maju. Banyak orang memilih memesan makanan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mereka.
Selain membuat hidup lebih mudah, platform pesan-antar makanan di Taiwan ternyata juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Bahkan banyak pekerja kantoran memanfaatkan waktu luang mereka untuk menjadi kurir guna menambah penghasilan.
Baru-baru ini, seorang Warganet membagikan sebuah postingan yang menyatakan keheranannya saat mengetahui bahwa seorang koleganya yang bergaji NT$70.000 per bulan, ternyata masih bekerja sampingan sebagai kurir pengantar makanan setelah jam kerja.
"Mengapa dia masih harus bekerja sampingan sebagai kurir dengan gaji setinggi itu?" tulis sang Warganet. Tidak lama diunggah, postingan ini langsung memicu diskusi hangat.
圖/YAHOOTAIWAN
Postingan ini pun menuai beragam komentar dari pengguna internet lainnya. Banyak yang berspekulasi, "Mungkin dia punya cicilan rumah? Kalau sudah beli rumah, berapa pun gajinya tidak akan pernah cukup."
"NT$70.000 tidak akan cukup jika sudah berkeluarga, separuhnya akan habis untuk sewa atau cicilan rumah. Mungkin saja dia memiliki banyak tanggungan sehingga harus bekerja sampingan setelah jam kerja," tulis salah seorang netizen.
Ada juga yang berpendapat, "Mungkin dia memang suka mengendarai sepeda motor dan bisa sekaligus mencari tahu tentang tempat makan."
"Saya kenal seseorang yang tinggal di Yehliu dan pulang pergi kerja ke Shilin setiap hari, bahkan dia juga menjadi pengemudi Uber di akhir pekan. Kamu harusnya menghargai semangat kerjanya," timpal lainnya.