(Taiwan, ROC) -- Hasil penelitian di Taiwan mengungkapkan, selama 10 tahun terakhir, angka kasus depresi pada kelompok usia muda meningkat sekitar 20%, dan hampir 40% dari mereka yang seharusnya mencari pengobatan tidak melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa "depresi di kalangan anak muda" dan "rendahnya tingkat kunjungan ke dokter" telah menjadi kekhawatiran besar dalam masyarakat.
Baru-baru ini, perusahaan asuransi jiwa domestik juga merilis survei terbaru yang menemukan bahwa masyarakat berusia 35 hingga 49 tahun adalah kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini terutama disebabkan karena kelompok usia ini tengah memasuki fase "generasi sandwich", di mana mereka harus menanggung tekanan ganda dari membesarkan anak dan merawat orang tua mereka. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan pada mereka.
Untuk memahami dampak risiko penyakit pada masyarakat Taiwan, sebuah perusahaan asuransi jiwa domestik pada bulan April tahun ini bekerja sama dengan perusahaan konsultan riset untuk melakukan survei berskala besar. Survei ini bertujuan untuk memahami pandangan generasi yang berbeda tentang risiko penyakit di setiap kelompok usia.
Ketika ditanya tentang penyakit yang mungkin diderita dalam tiga tahun ke depan, sebagian besar masyarakat masih menganggap penyakit menular sebagai risiko utama, diikuti oleh penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
Berbeda dengan hasil survei global, masyarakat Taiwan adalah satu-satunya yang memasukkan "penyakit kronis" dalam daftar 5 risiko utama pribadi mereka, nomor dua setelah perubahan iklim, penyakit menular global, serta polusi lingkunga. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Taiwan sangat memperhatikan masalah penyakit kronis, serta memahami dampak jangka panjang penyakit ini terhadap kehidupan.
Selain itu, survei juga menemukan bahwa masyarakat berusia 35 hingga 49 tahun adalah kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil ini sesuai dengan penelitian "Perubahan Prevalensi Gangguan Mental Umum pada Masyarakat Taiwan" yang menunjukkan bahwa prevalensi depresi dan kecemasan tertinggi terjadi pada kelompok usia dewasa muda 30 hingga 45 tahun.
Data dari "Laporan Statistik Layanan Kesehatan Asuransi Kesehatan Nasional" juga menunjukkan bahwa antara tahun 2016 hingga 2022, persentase kunjungan ke layanan kesehatan mental untuk kelompok usia tersebut meningkat sebesar 11,7%. Perusahaan asuransi jiwa juga menganalisis bahwa masyarakat berusia 30 hingga 45 tahun sedang memasuki fase "generasi sandwich", di mana mereka harus menanggung tekanan ganda dari mengasuh anak dan merawat orang tua lanjut usia. Selain itu, konflik peran dalam keluarga, beban ekonomi, dan kondisi di tempat kerja menjadi sumber tekanan bagi kelompok ini. Oleh karena itu, perawatan kesehatan mental pada kelompok ini perlu mendapat perhatian khusus.