(Taiwan, ROC) --- Seorang aparat polisi melakukan kegiatan patroli seperti biasanya di kawasan Kabupaten Miaoli. Ketika tengah berpatroli, aparat bersangkutan menemukan seorang pria yang mengendarai sepeda motor listrik dengan gelagat mencurigakan.
Pria tersebut mencoba melarikan diri saat matanya bertatapan dengan petugas polisi. Setelah diperiksa, pria tersebut ternyata adalah seorang PMA asal Thailand dengan status hilang kontak (kaburan).
Di kantor polisi, pria tersebut terlihat murung dan sedih, karena dirinya khawatir tidak bisa bertemu lagi dengan kekasihnya yang ternyata juga adalah seorang PMA ilegal asal Thailand.
Pria tersebut kemudian membujuk kekasihnya untuk menyerahkan diri ke kantor polisi. Polisi pun memenuhi keinginan pasangan tersebut untuk dipulangkan ke negara asal mereka bersama-sama.

Seorang aparat polisi melakukan kegiatan patroli seperti biasanya di kawasan Kabupaten Miaoli. Ketika tengah berpatroli, aparat bersangkutan menemukan seorang pria yang mengendarai sepeda motor listrik dengan gelagat mencurigakan. 圖/ETtoday
Pada Kamis kemarin (12/9), Kantor Polisi Toufen menyampaikan bahwa Kepala Kantor Polisi Douping, Ku Yuan-quan (古雲泉), dan petugas polisi Chen Yi-chung (陳一中), melakukan patroli di kawasan Toufen pada Minggu sore kemarin (8/9), sekitar pukul 17.00.
Mereka melihat seorang pria tengah mengendarai sepeda motor listrik yang langsung berbelok dan mempercepat laju kendaraannya saat melihat polisi. Polisi segera mencegat dan memeriksa pria tersebut.
Pria tersebut awalnya berpura-pura tidak mengerti bahasa Mandarin dan tidak membawa dokumen identitas apa pun, sehingga polisi mencurigai bahwa dia adalah PMA ilegal.
Polisi kemudian membawa pria tersebut ke kantor polisi untuk diperiksa sidik jarinya. Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa pria tersebut adalah PMA asal Thailand berusia 32 tahun, yang telah berstatus hilang kontak.

Setelah dihubungi melalui telepon, sang kekasih setuju untuk menyerahkan diri dan dideportasi bersama. Polisi kemudian menjemput kekasihnya dan membawanya ke kantor polisi. Saat bertemu, pasangan tersebut pun berpelukan dan menangis bersama. 圖/ETtoday
Saat diinterogasi, pekerja migran tersebut dengan sedih mengatakan kepada polisi bahwa dia dan kekasihnya saling mencintai dan khawatir tidak akan bertemu lagi jika dia dipulangkan ke negara asalnya. Kekasihnya akan sendirian di Taiwan.
Dia juga menambahkan bahwa kekasihnya juga merupakan PMA berstatus hilang kontak asal Thailand.
Setelah dihubungi melalui telepon, sang kekasih setuju untuk menyerahkan diri dan dideportasi bersama. Polisi kemudian menjemput kekasihnya dan membawanya ke kantor polisi. Saat bertemu, pasangan tersebut pun berpelukan dan menangis bersama.
Diketahui bahwa PMA pria tersebut melarikan diri pada bulan April dua tahun yang lalu, sedangkan kekasihnya masuk ke Taiwan dengan menggunakan visa turis pada tanggal 10 April 2024, dan tidak meninggalkan Taiwan setelah 14 hari. Dia malah justru pergi ke Miaoli untuk menemui kekasihnya.