(Taiwan, ROC) --- Sebuah pabrik tahu di Distrik Daliao, Kota Kaohsiung, dilaporkan karena diduga merekrut pekerja migran hilang kontak (kaburan) untuk menuntaskan pesanan menjelang perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur.
Tim Satgas Khusus Imigrasi Kota Kaohsiung bersama dengan Biro Ketenagakerjaan Pemkot Kaohsiung melakukan penggerebekan dan menemukan 7 pekerja migran ilegal.
Melihat para pekerja migran yang tengah digerebek, pemilik pabrik yang terkejut pun langsung memberikan amplop merah berisi uang tunai NT$1.000 kepada masing-masing pekerja sebagai bentuk hadiah Festival Pertengahan Musim Gugur.
Beberapa pekerja migran bahkan terlihat meneteskan air mata karena terharu.
Melihat para pekerja migran yang tengah digerebek, pemilik pabrik yang terkejut pun langsung memberikan amplop merah berisi uang tunai NT$1.000 kepada masing-masing pekerja sebagai bentuk hadiah Festival Pertengahan Musim Gugur. 圖/MSN
Setelah menerima laporan, tim Satgas Khusus Imigrasi Kota Kaohsiung langsung menggerebek pabrik tahu yang diduga merekrut PMA kaburan.
Melihat aksi tersebut, para pekerja migran ketakutan langsung berhamburan.
Seorang PMA laki-laki bahkan menyerang petugas dengan keranjang plastik. Beruntung, sang petugas berhasil menghindar, dengan cepat mengepung dan mengamankan ketujuh pekerja migran ilegal tersebut.
Sebuah pabrik tahu di Distrik Daliao, Kota Kaohsiung, dilaporkan karena diduga merekrut pekerja migran hilang kontak (kaburan) untuk menuntaskan pesanan menjelang perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur. 圖/MSN
Wakil Komandan Tim Satgas Khusus, Yuan Kai (袁愷), menyatakan, penyelidikan mereka mengungkapkan bahwa sindikat (agen) perantara ilegal yang dipimpin oleh seorang wanita Vietnam bermarga Ruan (阮姓) telah merekrut sejumlah besar PMA Ilegal untuk bekerja secara shift di pabrik tahu melalui jejaring Facebook.
Iklan tersebut berhasil menarik banyak PMA ilegal untuk menghubungi mereka. Pekerjaan utama mereka adalah membersihkan ember dan menggoreng tahu.
Setelah selesai bekerja, pemilik pabrik akan memberi mereka tahu dan susu kedelai tambahan untuk dibawa pulang.
"Lingkungan kerjanya panas, lembap, dan sangat berat. Setelah penggerebekan, pemilik pabrik bahkan memberikan amplop merah berisi uang tunai NT$1.000 kepada masing-masing pekerja sebagai hadiah Festival Pertengahan Musim Gugur," ujar Yuan Kai.