(Taiwan, ROC) --- Tokyo, Jepang, tengah menghadapi lonjakan kasus sifilis yang dikhawatirkan akan mencapai rekor baru. Pada Kamis hari ini (12/9), dokter di Shu-Tien Urology Ophthalmology Clinic, Chou Gu (周固), menyampaikan bahwa penyakit sifilis umumnya menular melalui hubungan seksual, dan kecil kemungkinannya menyebar melalui aktivitas seperti berendam di pemandian air panas.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu terlalu khawatir dan menganjurkan untuk menghindari hubungan seksual dengan pasangan yang tidak tetap atau berganti-ganti pasangan, guna mengurangi risiko terinfeksi.
Jumlah kasus sifilis di Tokyo menunjukkan tren peningkatan sejak tahun 2021, dengan total kasus mencapai 3.701 pada tahun lalu, yakni angka tertinggi sepanjang sejarah.
Hingga awal September tahun ini, tercatat sudah ada 2.460 kasus sifilis, dengan 70% di antaranya adalah laki-laki dan 30% lainnya perempuan, sehingga dikhawatirkan angka ini akan kembali memecahkan rekor.
Dokter Chou Gu menerangkan bahwa sifilis menyebar melalui kontak seksual. Selain itu, penyakit ini juga dapat menular bagi pemakai narkoba, terutama bagi mereka yang bertukar jarum suntik.
Berbeda dengan penyakit menular seksual lainnya seperti herpes yang menimbulkan rasa sakit atau kutil kelamin yang ditandai dengan benjolan, gejala sifilis akan berupa luka pada alat kelamin yang tidak terasa sakit maupun gatal, sehingga seringkali terabaikan.
Dokter Chou Gu mengatakan, "Setelah terjadi kontak (seksual), akan muncul luka di area lokal yang tidak terasa sakit maupun gatal. Jika luka tersebut tidak kunjung sembuh setelah 1 bulan atau 3-4 minggu, dan tidak merespons pengobatan apa pun, baik pengobatan topikal maupun oral, maka perlu diwaspadai kemungkinan muncul sifilis."
Dokter Chou Gu menekankan bahwa 60% penderita sifilis juga terinfeksi dua atau lebih penyakit menular seksual lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan darah dan urine yang komprehensif untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit menular seksual.
Jika tidak ditangani dengan cepat, sifilis dapat menyerang organ tubuh mana pun dalam jangka pendek dan bahkan dapat menyerang sistem saraf dalam jangka panjang.
Mengenai pencegahan, dokter Chou Gu menganjurkan untuk tidak melakukan kontak intim dengan pasangan yang tidak tetap dan menjaga hubungan monogami.
Mengingat Jepang merupakan tujuan wisata populer bagi masyarakat Taiwan, dan banyak yang gemar berendam di pemandian air panas, apakah mungkin tertular sifilis melalui aktivitas tersebut?
Dokter Chou Gu menjelaskan bahwa risiko penularan melalui berendam di pemandian air panas sangatlah rendah dan ia sendiri belum pernah menemukan kasus seperti itu dalam praktik klinisnya.