(Taiwan, ROC) Jepang tengah dilanda kekurangan beras, seluruh supermarket menghadapi permasalahan kekurangan persediaan beras. Staf dari koperasi petani menyampaikan, dari wilayah Hokuriku, Niigata dan Tohoku mulai panen padi, maka dalam waktu dekat beras putih sudah dapat disediakan di rak-rak penjualan.
Media Mainichi Shimbun memberitakan, koperasi petani “ The National Federation of Agricultural Co-operative Associations” di Niigata, beberapa hari yang lalu mengadakan rapat pertemuan dengan pedagang grosir di Kota Niigata, yang memiliki produksi beras terbesar di Jepang, untuk menjelaskan kondisi persediaan beras yang dialami saat ini.
Penjelasannya, meskipun iklim tahun ini masih memiliki tren suhu tinggi, akan tetapi tidak ada musibah karena suhu udara panas ekstrem pada tingkat bencana seperti tahun 2023.
Pendataan panen padi hingga 15 Agustus tahun ini, karena wilayah Niigata secara keseluruhan “tetap bertahan pada standar”, asalkan panen kali ini berjalan dengan baik maka diprakirakan kondisi kekurangan beras akan membaik secara berangsur-angsur.
Salah satu penyebab utama langkanya beras putih di pasar Jepang saat ini, dianggap ada kaitannya dengan berkurangnya peredaran beras yang diproduksi pada tahun 2023 akibat dampak suhu panas ekstrem. Selain itu, masih ada faktor gempa bumi dan taifun melanda berturut-turut pada bulan Agustus tahun ini, menyebabkan para konsumen kehabisan stok beras, bahkan wilayah Niigata, tempat produksi beras utama pun kehabisan stok.
Selain itu, peningkatan permintaan akibat melonjaknya wisatawan mancanegara juga diyakini memengaruhi pada kelangkaan beras.
Stasiun Televisi Fukushima TVU melaporkan bahwa Jepang terus mengalami kekurangan beras, salah satu toko di kota Fukushima mengisi stok beras untuk pertama kalinya selang 3 hari, tak diduga dalam waktu 2 menit, beras habis terjual. Pedagang memprakirakan seharusnya panen kali ini bisa memperbaiki kondisi kekurangan beras secara berangsur-angsur, namun sepertinya kondisi sebelum akhir bulan September masih kritis.
Media Yamaguchi Shimbun melaporkan, Divisi Revitalisasi Industri Pertanian Yamaguchi menyampaikan bahwa banyak faktor penyebab kekurangan beras, mencakup musim panas tahun lalu akibat suhu panas menyebabkan beras rusak, wisman yang berkunjung ke Jepang juga menyebabkan permintaan beras bertambah, ditambah lagi dengan untuk pencegahan bencana maka warga stok beras, dan saat ini tengah memastikan produksi beras untuk segera dipasarkan.