(Taiwan, ROC) --- Seorang pengasuh asing terlihat kebingungan saat sedang mendorong nenek dengan kursi roda di sekitar persimpangan Changshou Road dengan Changshoudong West 6th Road, Distrik Dajia, Taichung. Mereka tampak tersesat dan tidak dapat menemukan jalan pulang.
Untungnya, ada seorang petugas kepolisian, Chen Ying-chien (陳穎謙), dari Kantor Polisi Xigi yang kebetulan sedang berpatroli, melihat mereka dan segera menghampiri untuk menanyakan keadaan mereka.
Ternyata, sang nenek merengek ingin pergi ke rumah putrinya, Afang, dan sang pengasuh yang berasal dari Indonesia tersebut, dengan terpaksa membawanya keluar sendirian. Karena pikun, sang nenek tidak dapat mengingat jalan pulang dan menjadi cemas.

Seorang pengasuh asing terlihat kebingungan saat sedang mendorong nenek dengan kursi roda di sekitar persimpangan Changshou Road dengan Changshoudong West 6th Road, Distrik Dajia, Taichung. 圖/中華日報
Dengan sabar, Chen Ying-chien mengajak nenek tersebut mengobrol dan mengetahui bahwa di depan rumah Afang terdapat sebuah Kuil Dewa Tanah.
Bertugas di Kantor Polisi Xigi selama hampir 4 tahun, Chen Ying-chien sangat mengenal daerah tersebut dan ingat bahwa memang ada sebuah Kuil Dewa Tanah di Changshoudong West 6th Road.
Dia pun segera menemani sang pengasuh untuk mendorong nenek ke kuil tersebut. Setibanya di sana, sang nenek langsung mengenali tempat itu dan berhasil menemukan rumah putrinya.
Putri dari nenek, Afang, menjelaskan bahwa ibunya yang berusia 88 tahun sebelumnya dirawat oleh seorang pengasuh yang sudah familiar dengan jalan sekitar dan rumahnya. Setiap hari, pengasuh tersebut akan mengajak ibunya berjalan-jalan dan mengunjungi rumah Afang untuk mengobrol.

Untungnya, ada seorang petugas kepolisian, Chen Ying-chien (陳穎謙), dari Kantor Polisi Xigi yang kebetulan sedang berpatroli, melihat mereka dan segera menghampiri untuk menanyakan keadaan mereka. 圖/中華日報
Namun, pengasuh asing mendorong nenek hari ini adalah pengasuh yang baru bekerja dan belum hafal daerah tersebut. Apalagi nenek menderita pikun, yang membuat ia kesulitan menemukan jalan ke rumah Afang dan kembali ke rumah mereka.
Afang sangat bersyukur atas bantuan Chen Ying-chien yang dengan sigap membantu menemukan ibunya dan memastikan mereka kembali dengan selamat.
Afang juga sangat berterima kasih atas bantuan mereka, karena berkat mereka ibunya tidak perlu berlama-lama di bawah terik matahari dan angin.