(Taiwan, ROC) --- Seorang Pekerja Migran Asing (PMA) berusia 24 tahun bermarga Ruan (阮姓) di Kota Taichung, baru-baru ini dihentikan oleh polisi saat dalam perjalanan pulang ke tempat tinggalnya setelah membeli makan malam.
Sistem pengenal pelat nomor otomatis milik polisi mendeteksi adanya kejanggalan pada plat nomor sepeda motor yang dikendarai Ruan.
Saat dihentikan di persimpangan Taiwan Boulevard dengan Youyuan South Road, Distrik Longjing, polisi menemukan bahwa Ruan merupakan pekerja migran hilang kontak yang telah tiga hari kabur dari majikannya.
Ruan mengaku tidak mengetahui bahwa pelat nomor sepeda motornya telah dicabut.
Aparat yang menangani kasus ini menyampaikan bahwa sistem pengenal pelat nomor, secara otomatis mengeluarkan peringatan saat melihat sepeda motor Ruan.

Seorang Pekerja Migran Asing (PMA) berusia 24 tahun bermarga Ruan (阮姓) di Kota Taichung, baru-baru ini dihentikan oleh polisi saat dalam perjalanan pulang ke tempat tinggalnya setelah membeli makan malam. 圖/三立新聞
Petugas kemudian menghentikan Ruan dan memintanya untuk mematikan mesin sepeda motornya. Setelah diperiksa, Ruan merupakan pekerja migran ilegal yang telah tiga hari melarikan diri dari majikannya.
Polisi menjatuhkan denda sebesar NT$3.600 hingga NT$10.800 sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya, menyita sepeda motor, dan mencabut plat nomornya. Ruan kemudian diserahkan ke Tim Pelayanan Khusus Imigrasi Taichung.
Atas pelanggaran Undang-Undang Imigrasi, Ruan akan diserahkan ke Tim Pelayanan Khusus Imigrasi Taichung untuk diproses.

Sistem pengenal pelat nomor otomatis milik polisi mendeteksi adanya kejanggalan pada plat nomor sepeda motor yang dikendarai Ruan. 圖/三立新聞
Kantor Polisi Distrik Wuri menjelaskan bahwa sistem pengenal pelat nomor otomatis AI digunakan untuk menindak penggunaan pelat nomor palsu atau tidak terdaftar.
Sistem ini akan memindai dan mengidentifikasi pelat nomor kendaraan secara real-time, memungkinkan polisi untuk segera menghentikan dan memeriksa kendaraan dengan pelat nomor mencurigakan.