(Taiwan, ROC) – Untuk mempromosikan kesadaran akan konservasi laut, Direktorat Jenderal Konservasi Laut (OCA) pada 4 September mengadakan pameran bertema "Selami Lautan, Lestarikan Ekosistem Laut", sekaligus memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga yang berprestasi dalam konservasi laut.
Ketua OCA Kuan Bi-ling (管碧玲), mengatakan meski laut sedang terluka, ia tidak bisa berbicara, sehingga melalui pameran ini, OCA berusaha menjadi penyambung suara bagi lautan.
Kuan Bi-ling juga mengungkapkan bahwa perubahan iklim berdampak pada lautan dan Taiwan adalah salah satu wilayah yang mengalami pemutihan karang terparah, sehingga kesadaran akan pentingnya konservasi laut semakin mendesak.
Pameran OCA ini telah berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 September mendatang di Taipei Main Station, dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga laut.
Kuan Bi-ling mengungkapkan, laut adalah sumber utama protein pangan bagi manusia, dan 50% oksigen yang dibutuhkan bumi berasal dari laut. Dengan kata lain, laut adalah sumber kehidupan kita. Namun, akibat perubahan iklim, pemutihan karang semakin parah, dan Taiwan menjadi salah satu zona pemutihan karang terparah di dunia.
Kuan Bi-ling mengatakan bahwa hampir setiap dua hingga tiga hari, penjaga pantai menemukan hewan laut yang mati karena terjerat jaring ikan bekas atau penyu laut yang terluka akibat menelan kail pancing secara tidak sengaja. Di Museum Biologi Kelautan Pingtung terdapat kerangka paus biru kecil yang mati karena kepalanya terjerat jaring ikan selama enam bulan, yang mengakibatkan ia tidak bisa membuka mulut untuk mencari makan, hingga akhirnya mati kelaparan.
Kuan Bi-ling menungkapkan, meskipun Taiwan sangat maju, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam konservasi laut, mengingat undang-undang konservasi laut baru disahkan tahun ini.
Pameran bertema "Selami Lautan, Lestarikan Ekosistem Laut" juga menghadirkan teknologi realitas virtual (VR) dan permainan interaktif, sehingga pengunjung dapat melihat padang lamun, terumbu karang, terumbu alga, lautan timur, dan formasi pesisir Taiwan melalui VR.
Selain itu, pengunjung dapat memahami kondisi pencemaran laut di Taiwan dan merasakan secara langsung proses pembersihan sampah laut. Pameran ini juga membahas tantangan pencemaran laut saat ini dengan pendekatan ilmiah, sehingga masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang isu-isu konservasi laut.