(Taiwan, ROC) --- Pada Kamis kemarin (5/9), Hotel Fleur de Chine mengumumkan diri sebagai perusahaan pertama di industri pariwisata Taiwan yang menerapkan sistem kerja "tiga hari libur dalam seminggu".
Kebijakan ini akan diuji-cobakan selama enam bulan di Fleur de Chine Hotel cabang Sun Moon Lake. Setelah masa uji coba, efektivitas sistem ini akan dievaluasi untuk memutuskan apakah akan diterapkan secara permanen.
Hotel Fleur de Chine menyatakan bahwa tujuan penerapan sistem ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan manusiawi.
Chairman Sheng Chih-jen (盛治仁) menjelaskan bahwa sistem kerja empat hari seminggu tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja karyawan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kreativitas kerja secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan pelanggan.

Fleur de Chine Hotel cabang Sun Moon Lake 圖/UDN
Hotel Fleur de Chine menekankan bahwa "keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan" adalah faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan.
Perusahaan berharap dengan diberlakukannya sistem libur baru ini, karyawan dapat menunjukkan kinerja yang lebih efektif dan inovatif dalam melayani pelanggan.
Hotel Fleur de Chine juga menekankan bahwa penerapan sistem kerja empat hari seminggu ini tidak akan memengaruhi kualitas layanan pelanggan. Selama masa uji coba, perusahaan akan terus memantau efektivitas sistem dan melakukan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan umpan balik dari karyawan dan pelanggan.
Pihak Hotel Fleur de Chine menyatakan bahwa mereka telah memulai pelatihan internal dan penyesuaian jadwal kerja untuk mengakomodasi sistem kerja baru ini.
Beberapa departemen dan posisi telah berhasil menerapkan model jadwal baru, sementara departemen yang belum menerapkannya akan diberikan insentif lembur tambahan. Harapannya adalah untuk menarik lebih banyak talenta yang sejalan dengan visi perusahaan.