(Taiwan, ROC) Hari Kamis ini (5/9) Kementerian Pertahanan Nasional menyampaikan dari kemarin pukul 6 pagi hingga pagi hari ini pukul 6, terdeteksi ada 13 pesawat militer yang melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki wilayah udara utara, barat daya, dan timur. Kemenhan mengerahkan pesawat misi, kapal, dan sistem rudal pertahanan pantai untuk memantau ketat dan bersiaga.
Kemenhan merilis pergerakan pesawat militer RRT terbaru, mulai jam 6 pagi kemarin hingga jam 6 pagi hari kamis ini, total ada 14 serangan pesawat militer (13 di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki wilayah udara utara, barat daya, dan timur ) dan terdeteksi 7 kapal serta 2 kapal dinas yang terus beroperasi di sekitar Selat Taiwan.
Kementerian Pertahanan Nasional menekankan bahwa militer nasional menggunakan pesawat misi, kapal, dan sistem rudal pertahanan pantai untuk memantau dan bersiaga
Selain itu, Kementerian Pertahanan juga menyampaikan melalui pers rilis kemarin malam bahwa sejak tanggal 3 September, pihaknya berturut-turut telah mendeteksi berbagai jenis pesawat tempur utama dan cadangan seperti helikopter, dan drone milik RRT, yang beroperasi secara bergilir dengan kapal perang amphibi dan kapal kargo untuk muatan pasukan angkatan darat, beroperasi di sekitar perairan selat Dacheng, Kabupatan Dongshan County, Provinsi Fujian, menjalani latihan militer pendaratan dan Kemenhan melakukan pemantauan secara cermat.