(Taiwan, ROC) --- Bedbible Research Center, lembaga riset di bawah perusahaan mainan seks Bedbible, telah melakukan analisis statistik dan merilis daftar 10 negara dengan tingkat perselingkuhan tertinggi di dunia.
Thailand menduduki peringkat pertama dalam daftar tersebut. Laporan tersebut menunjukkan bahwa tingginya tingkat perselingkuhan di Thailand mungkin disebabkan oleh budaya "Mia Noi" (selir, istri simpanan) dan industri seks yang berkembang pesat.
Menurut Insider Monkey, Bedbible Research Center melakukan survei terhadap 23.872 responden di seluruh dunia. Survei tersebut menganalisis dan mengumpulkan statistik berdasarkan jenis kelamin, usia, dan negara.
Studi ini juga meneliti evolusi perilaku perselingkuhan di setiap negara sejak tahun 1960. Hasilnya adalah daftar 25 negara dengan tingkat perselingkuhan tertinggi.

圖/民視新聞
Penelitian menunjukkan bahwa kesulitan ekonomi, kemarahan emosional, harga diri rendah, kurangnya cinta, atau keinginan untuk berubah dapat mendorong seseorang untuk berselingkuh. Menariknya, banyak pelaku perselingkuhan masih menghargai konsep "monogami".
Motif perselingkuhan pun berbeda antara pria dan wanita. Pria biasanya berselingkuh karena merasa "tidak dicintai", sedangkan wanita cenderung berselingkuh saat merasa tidak percaya diri.
Thailand menduduki peringkat pertama dalam daftar ini dengan tingkat perselingkuhan mencapai 51%. Survei tersebut menunjukkan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh budaya "Mia Noi" (selir, istri simpanan) dan industri seks yang berkembang pesat di negara tersebut.
Mia Noi yang berarti "wanita simpanan" atau "istri kedua", dalam budaya Thailand merujuk pada wanita simpanan atau istri kedua dari pria yang sudah menikah.
Negara-negara lain yang termasuk dalam daftar ini adalah Denmark, Jerman, Italia, Prancis, Norwegia, Belgia, Spanyol, Finlandia, dan Inggris.