Meresahkan! Viral Oknum PMI di Jepang Bentuk Geng, Ganggu Ketertiban Umum, Kemenlu Indonesia Ambil Tindakan
(Taiwan, ROC) --- Jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang pergi ke Jepang telah meningkat hampir tiga kali lipat dalam 5 tahun belakangan. Hal ini menunjukkan potensi Indonesia sebagai sumber utama tenaga kerja migran di Jepang.
Namun, baru-baru ini beredar video online yang memperlihatkan dugaan oknum PMI di Osaka membentuk geng dan telah mengganggu ketertiban umum. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga telah meluncurkan penyelidikan terkait hal ini.

圖/NEWSLENSTAIWAN
Dilansir dari Surat kabar Jakarta Post, mewartakan bahwa beberapa video yang memperlihatkan sekelompok oknum PMI berkumpul di jalanan Osaka telah beredar di media sosial, memicu dugaan bahwa mereka membentuk geng dan mengganggu ketertiban umum. Kementerian Luar Negeri Indonesia langsung mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia, Judha Nugraha, mengimbau seluruh WNI di luar negeri untuk menghormati hukum dan budaya setempat. Kedutaan Besar Indonesia di Jepang dan Konsulat Jenderal Indonesia di Osaka sedang berupaya memverifikasi informasi ini dengan komunitas Indonesia di sana.
圖/INVERSI.ID
Dalam video yang diunggah ke media sosial, terlihat puluhan pekerja migran pria Indonesia duduk melingkar di jalanan Osaka. Video lain menunjukkan dua pria mengendarai sepeda di area pertokoan dengan bendera bertuliskan "Pemulih Harga Diri", yang diklaim sebagai nama kelompok tersebut. Akun Instagram yang pertama kali mengunggah video tersebut juga diketahui telah ditutup.
Kedubes Indonesia di Tokyo merilis pernyataan yang menekankan bahwa pihak berwenang setempat memiliki hak untuk mengambil tindakan hukum terhadap warga negara asing yang melanggar ketertiban dan norma umum.
Pernyataan ini sekaligus mengingatkan WNI di Jepang untuk menghormati nilai-nilai dan peraturan di kawasan setempat demi menjaga reputasi Indonesia di kancah internasional.

圖/INVERSI.ID
Jumlah PMI di Jepang Melonjak Tiga Kali Lipat dalam 5 Tahun
Media Jepang, Nikkei Asia, mengutip data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang yang menunjukkan bahwa jumlah pekerja asing di Jepang telah meningkat sebesar 40,3% dalam 5 tahun belakangan, yaitu mencapai 2,05 juta orang pada Oktober 2023.
Statistik menunjukkan bahwa Vietnam telah melampaui Tiongkok sebagai sumber utama pekerja migran di Jepang, dengan angka 518.364 orang, sementara jumlah PMI melonjak sebesar 192,2% dalam 5 tahun, yakni mencapai 121.507 orang.
Rendahnya upah di Indonesia disinyalir menjadi faktor pendorong bagi WNI untuk mencari pekerjaan di Jepang.

圖/NEWSLENSTAIWAN
Pekerja migran Indonesia merupakan 56% dari pemegang visa "Specified Skilled Worker", sebuah program visa kerja yang diluncurkan pada tahun 2019 untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor manufaktur, konstruksi, perawatan kesehatan, dan layanan makanan.
Media Nikkei Asia mewartakan bahwa Persol Global Workforce, sebuah agen tenaga kerja di Tokyo, telah bekerja sama dengan lembaga pendidikan di Indonesia untuk membawa tenaga kerja terampil di bidang pertanian ke Jepang sejak tahun lalu.
Indonesia memiliki ambisi untuk menjadi salah satu produsen pertanian terbesar di dunia, dan kerja sama ini memungkinkan para pekerja untuk mempelajari keahlian dari Jepang.
Motoki Yuzuriha, Presiden Agensi Tenaga Kerja Mynavi Global, percaya bahwa Indonesia, dengan populasi 270 juta jiwa, berpotensi menggantikan Vietnam sebagai pemain utama di pasar tenaga kerja Jepang.