(Taiwan, ROC) --- Taifun ke-11 untuk tahun ini, taifun Yagi, telah melanda kawasan Filipina sejak 31 Agustus 2024, mendatangkan hujan lebat, banjir, dan tanah longsor. Bencana ini telah merenggut setidaknya 14 korban jiwa. Ibu kota Filipina, Metro Manila, terpaksa menghentikan aktivitas sekolah dan pekerjaan, sementara terhambatnya transportasi laut juga memberikan dampak bagi lebih dari 3.000 wisatawan.
Dilansir dari media Associated Press, Badan Klimatologi Filipina (PAGASA) menyatakan bahwa taifun Yagi, yang membawa angin kencang dan curah hujan tinggi, telah melanda daratan Filipina di dekat Casiguran, Provinsi Aurora, pada sore hari.
Taifun ini memiliki kecepatan angin maksimum 105 kilometer per jam dengan rata-rata kecepatan angin 85 kilometer per jam, bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 20 kilometer per jam.
Diperkirakan taifun Yagi akan mencapai wilayah Tiongkok Selatan dalam dua hari ke depan.

Taifun ke-11 untuk tahun ini, taifun Yagi, telah melanda kawasan Filipina sejak 31 Agustus 2024, mendatangkan hujan lebat, banjir, dan tanah longsor. 圖/CNA
Menurut data resmi Filipina, taifun Yagi telah merenggut setidaknya 14 korban jiwa di negara tersebut. Sebagian besar kematian disebabkan oleh tanah longsor akibat hujan deras dan tertimpa benda-benda yang diterbangkan angin.
Sementara itu, penghentian sementara transportasi laut akibat angin kencang dan hujan lebat menyebabkan lebih dari 3.300 penumpang dan awak kapal feri terdampar. Sejumlah penerbangan domestik juga dibatalkan karena taifun Yagi.
Setiap tahunnya, Filipina dilanda setidaknya 20 badai tropis atau taifun. Negara ini terletak di "Cincin Api Pasifik" yang aktif secara seismik, membuatnya rentan terhadap aktivitas gunung berapi dan gempa bumi, menjadikannya salah satu negara yang paling rawan bencana alam di Asia Tenggara.
Pada tahun 2013, Filipina dilanda taifun Haiyan, salah satu taifun terkuat yang pernah tercatat, yang menewaskan atau menyebabkan lebih dari 7.300 orang hilang dan membuat setidaknya 5 juta orang di kawasan Filipina Tengah terpaksa mengungsi.