(Taiwan, ROC) --- Pasar di kawasan Yuanli, Kabupaten Miaoli, kembali dipadati pengunjung dengan digelarnya "Pasar Malam Penutupan Gerbang Hantu". Pasar malam ini menjadi sangat unik dan spesial, karena hanya digelar satu kali dalam setahun, yakni di hari menjelang penutupan gerbang akhirat (hantu), yang juga menandai berakhirnya bulan tujuh dalam penanggalan Lunar, atau yang dikenal sebagai Bulan Hantu.
Pasar malam ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Tahun ini, tercatat ada tiga organisasi dan individu yang mengajukan izin untuk menggelar lapak di pasar malam ini.
Sejak pagi hari, para pedagang mulai berdatangan untuk mempersiapkan lapak mereka. Kepolisian setempat pun menerapkan sistem buka tutup jalan mulai pukul 11.00 siang hingga pukul 00.00 dini hari pada keesokan harinya, untuk mengantisipasi kemacetan.
Dari foto udara yang diambil pada malam hari, terlihat lautan manusia memadati jalanan di sekitar pasar malam. Jalan utama menuju Stasiun Kereta Api Yuanli yang biasanya lengang kini dipenuhi oleh para pengunjung.

Pasar di kawasan Yuanli, Kabupaten Miaoli, kembali dipadati pengunjung dengan digelarnya "Pasar Malam Penutupan Gerbang Hantu". 圖/LINETODAY
Menghadapi lonjakan pengunjung di pasar malam ini, Kepolisian Tongxiao tak mau kecolongan. Mereka menerapkan sistem buka tutup jalan di beberapa ruas jalan protokol. Sistem buka tutup jalan ini berlaku hingga pukul 00.00 dini hari keesokan harinya.
Sejarah "Pasar Malam Penutupan Gerbang Hantu" di Yuanli bermula dari tradisi para pedagang di Pasar Yuanli yang selalu disibukkan dengan permintaan masyarakat menjelang bulan 7 penanggalan Imlek. Barulah pada tanggal 29 bulan 7, yang mana bertepatan dengan hari penutupan gerbang alam baka, mereka memiliki waktu luang untuk menggelar ritual sembahyang bagi leluhur masing-masing.

Pasar malam ini menjadi sangat unik dan spesial, karena hanya digelar satu kali dalam setahun, yakni di hari menjelang penutupan gerbang akhirat (hantu) 圖/LINETODAY
Awalnya, ritual ini hanya dilakukan di ruas jalan yang kecil. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pedagang yang bergabung. Mereka bahkan bersama-sama mengundang grup opera untuk memeriahkan acara.
Sejak saat itulah, tradisi ini berkembang menjadi sebuah pasar malam tahunan yang hanya ada setahun sekali, yang kemudian dikenal dengan nama "Pasar Malam Penutupan Gerbang Hantu".