(Taiwan, ROC) – Waspadai terhadap potensi taifun yang akan datang berturut-turut. Pakar klimatologi di Taiwan, Lin Te-en (林得恩), melaporkan bahwa penguatan tekanan tinggi Perairan Pasifik di Laut Tiongkok Selatan hingga timur Filipina telah menciptakan area tekanan rendah yang luas. Hal ini diprediksi dapat memicu pembentukan taifun secara berturut-turut.
Diperkirakan setidaknya ada dua atau lebih depresi tropis yang akan terbentuk pada sepanjang pekan ini, dengan kemungkinan berkembang menjadi taifun mencapai 70%.
Model cuaca Eropa memprediksi bahwa setelah terbentuk, taifun Yagi akan bergerak ke barat, melewati Selat Bashi, dan mendekati Taiwan. Hari Selasa (3/9) akan menjadi kunci dalam menentukan perubahan arah dari taifun ini.
Dalam unggahan di laman Facebook-nya, Lin Te-en menjelaskan bahwa taifun akan datang silih berganti. Berdasarkan simulasi terbaru dari Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa penguatan tekanan tinggi Pasifik yang meluas ke barat dan bergeser ke utara telah menyebabkan terbentuknya area tekanan rendah yang luas di Laut Tiongkok Selatan hingga timur Filipina.

Lin Te-en menjelaskan bahwa di wilayah tekanan rendah yang luas saat ini, suhu permukaan laut bisa berkisar antara 30C hingga 31C. Ditambah lagi dengan kecepatan geser angin vertikal yang rendah, menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan depresi tropis.
Setidaknya ada dua atau lebih depresi tropis diperkirakan akan terbentuk atau berkembang dalam minggu ini, dengan kemungkinan menjadi taifun mencapai 70%.
Mengenai pergerakan depresi tropis 92W di timur Filipina, Lin Te-en menyatakan bahwa taifun Yagi baru akan terbentuk pada hari Senin (2/9) atau Selasa (3/9).
Saat ini, terdapat beberapa perbedaan mengenai jalur lintas dari taifun Yagi. Model cuaca AS (NCEP) misalnya, memprediksi taifun akan bergerak ke utara dan menjauh, dengan posisi yang lebih condong ke timur dibandingkan prediksi sebelumnya. Hal ini mengindikasikan dampak yang lebih kecil terhadap Taiwan.
Namun, model Eropa (ECMWF) memprediksi taifun akan bergerak ke barat, melewati Selat Bashi, dan mendekati Taiwan. Karena kondisi lingkungan yang masih terus berubah, terdapat perbedaan prediksi di antara berbagai model.
Hari Selasa (3/9) akan menjadi titik kunci yang dapat menentukan kepastian arah pergerakan taifun Yagi.