(Taiwan, ROC) --- Jumlah kasus kriminal yang melibatkan pekerja migran asing di Taiwan meningkat dari 419 menjadi 537 kasus, menjadi faktor ketidakstabilan sosial.
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mencatat bahwa hingga akhir tahun lalu, terdapat 753.000 PMA di seluruh Taiwan, dengan 132.000 di antaranya berada di Kota Taoyuan.
Angka ini menjadikan Taoyuan sebagai kota dengan jumlah dan proporsi PMA tertinggi di Taiwan, yaitu sebesar 17,5%. Seiring dengan itu, jumlah pekerja migran yang hilang kontak (kaburan) juga meningkat tajam, dari 2.240 orang pada tahun 2021 menjadi 4.776 orang pada tahun lalu.

Inspeksi yang kerap dilakukan oleh otoritas berwenang di kawasan tempat berkumpulnya para PMA 圖/自由時報
Pada periode yang sama, kasus kriminal yang melibatkan pekerja migran juga meningkat dari 419 menjadi 537 kasus, menjadi faktor ketidakstabilan sosial.
Menanggapi tingginya angka PMA ilegal, Biro Ketenagakerjaan Kota Taoyuan telah meningkatkan upaya inspeksi untuk memahami kondisi kerja PMA.
Biro ini telah menetapkan beberapa rencana, termasuk "Rencana Peningkatan Inspeksi terhadap Pekerja Asing Ilegal", "Rencana Peningkatan Inspeksi dan Layanan Konsultasi bagi Warga Negara Asing", "Rencana Manajemen Informasi Dinamis Warga Negara Asing", dan "Rencana Peningkatan Inspeksi terhadap Pekerja Profesional Asing Ilegal".
Tahun lalu, Biro Ketenagakerjaan juga telah mengalokasikan anggaran sebesar NT$37,7 juta untuk melakukan lebih dari 40.000 inspeksi lapangan, guna meningkatkan kualitas inspeksi pekerja migran.