(Taiwan, ROC) --- Kawasan Ximending memang menjadi tujuan wisata belanja wajib bagi banyak orang saat berkunjung ke Taipei. Namun, pengalaman ditipu bisa membuat orang enggan kembali!
Seorang turis asal Hong Kong mengalami hal kurang menyenangkan saat melewati Jalan Emei sekitar pukul 23:00. Ia membeli dua jenis buah di sebuah kios, tetapi setelah dipotong dan dikemas, harganya ternyata mencapai NT$659!
"Semakin dipikir-pikir, semakin aneh. Harganya jauh lebih mahal daripada dua buah jambu biji impor Taiwan yang kubeli di Hong Kong," keluhnya.
Bahkan, teman-temannya di Taiwan pun mengatakan ia telah ditipu. Ia pun kemudian melontarkan pertanyaan, "Apakah harga seperti itu normal?"

Seorang turis asal Hong Kong mengalami hal kurang menyenangkan di Ximending. Ia membeli dua jenis buah di sebuah kios, tetapi setelah dipotong dan dikemas, harganya ternyata mencapai NT$659. 圖/ETtoday
Kepada media ETtoday, turis Hong Kong ini menceritakan pengalamannya ditipu di Ximending. "Apakah normal beli dua bungkus buah harganya NT$659?"
Ia menjelaskan bahwa saat melewati kios buah di Jalan Emei sekitar pukul 23:45, ia tertarik untuk membeli sebungkus jambu biji merah.
"Biasanya di pasar malam harganya sekitar NT$50 per bungkus. Tapi di sini harganya NT$50 per 100 gram. Aku bilang mau satu bungkus dan bilang juga ini untuk dimakan sendiri," terang sang turis.
Saat memotong buah, sang penjual tidak henti-hentinya menawarkan potongan demi potongan untuk dicicipi. Karena sungkan, turis ini pun meminta tambahan satu porsi mangga.
"Ternyata dia memotong dan mengemasnya menjadi dua bungkus, masing-masing seharga NT$300-an, totalnya NT$659!"

Ilustrasi penjual buah 圖/中時新聞網
Meskipun kaget, ia merasa tidak enak hati untuk menolak karena buahnya sudah dipotong. Akhirnya, ia membawa kedua bungkus buah itu kembali ke hotel.
Namun, semakin dipikir-pikir, ia merasa ada yang tidak beres. "Harganya jauh lebih mahal daripada dua buah jambu biji impor Taiwan yang kubeli di Hong Kong. Aku pun bertanya kepada teman-teman Taiwan, dan mereka semua bilang aku telah ditipu."