(Taiwan, ROC) -- Kantor Kejaksaan Tinggi Taiwan dan Ditjen Energi Kementerian Ekonomi bersama-sama mengadakan "Seminar Mempromosikan Transformasi Nol Bersih, Mencegah Kasus Kejahatan Energi Hijau Lintas Lembaga" pada Jumat hari ini (30/8).
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) diundang untuk menghadiri dan menyampaikan pidato, serta memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa dalam penyelidikan dan pencegahan kejahatan yang melibatkan sektor energi hijau.
Dalam pidatonya, Perdana Menteri Cho Jung-tai menjelaskan tekad pemerintah untuk menyelidiki kegiatan ilegal, serta menegaskan kembali sikap pendirian "tanpa memandang partai, tanpa memandang individu, tanpa kenal kompromi, tanpa batas atas, selidiki sampai tuntas".
PM Cho juga menekankan bahwa anggaran untuk pembangunan energi hijau tidaklah sedikit, sehingga integritas dan transparansi harus diutamakan karena setiap sen berasal dari kantong rakyat.
PM menyatakan bahwa pencegahan kejahatan energi hijau lintas lembaga adalah fokus dari seminar ini. Semua unit terkait harus secara efektif mencegah berbagai jenis kejahatan yang mengikis tujuan awal kebijakan pemerintah, terutama selama masa proses promosi kebijakan nasional.
Hal ini juga harus membuat semua pejabat, perwakilan rakyat, atau pengusaha tidak bermoral merasa gentar dan tidak berani bertindak gegabah, sehingga dapat memastikan keberlanjutan dan nilai pelaksanaan dari kebijakan nasional yang didorong oleh pemerintah.
PM Cho Jung-tai menunjukkan bahwa pada masa lalu tidak dapat dipungkiri terdapat beberapa kasus ilegal selama proses transformasi energi hijau, yang mana ini tidak hanya sangat merusak transparansi dan integritas pemerintah, tetapi juga merugikan kepercayaan publik.
Oleh karena itu, Beliau mendesak para kepala unit investigasi seperti kejaksaan, polisi, dan badan investigasi untuk secara ketat mengawasi semua petugas penegak hukum agar tidak lengah.
PM Cho mengatakan, "Jadi saya ingin meminta kepada Anda semua, dan berharap ketika bertemu dengan pengusaha ilegal ini, bahkan pejabat atau perwakilan rakyat yang melanggar hukum, saya ingin mengutip kalimat yang pernah diucapkan oleh Presiden, yakni tanpa memandang partai, tanpa memandang individu, tanpa kenal kompromi, tanpa batas atas, selidiki sampai tuntas."
PM menekankan bahwa ini adalah komitmen pemerintah baru kepada rakyat, dan Presiden telah berulang kali mendesaknya.
Selain itu, Perdana Menteri juga berterima kasih atas kerja keras para petugas penegak hukum dan mengingatkan semua rekannya untuk memperhatikan keselamatan pribadi mereka.