(Taiwan, ROC) --- Ketua Partai Taiwan People’s Party (TPP), Ko Wen-je (柯文哲), terus diterpa kontroversi, termasuk kasus dana kampanye dan penggunaan dana subsidi pemilu sebesar NT$43 juta untuk membeli properti komersial.
Pada Kamis sore (29/8), Ko Wen-je membungkuk meminta maaf. Ia juga menyampaikan karena berbagai kesalahan yang ada, ia telah memutuskan untuk mengambil cuti selama 3 bulan dari posisinya, dan secara sukarela mengajukan diri untuk diselidiki.
Di akhir konferensi pers, Ko Wen-je juga memimpin seluruh anggota partai untuk membungkuk meminta maaf kepada para pendukung mereka.
Pada Kamis sore (29/8), Ko Wen-je membungkuk meminta maaf. 圖/UDN
Partai TPP mengadakan konferensi pers pada Kamis sore, sekitar pukul 15:00, dengan tajuk "Klarifikasi Seputar Dugaan Penyimpangan Dana Kampanye Pemilu Presiden oleh Ko Wen-je".
Berbeda dengan dua konferensi pers sebelumnya, kali ini Ko Wen-je hadir langsung, didampingi oleh mantan Direktur Jenderal Tim Kampanye Huang Shan-shan (黃珊珊), mantan Wakil Direktur Jenderal Tim Kampanye Vicky Chen (陳智菡), dan Sekretaris Jenderal TPP Chou Yu-hsiu (周榆修)
Setelah Huang Shan-shan menjelaskan kemajuan audit dan Vicky Chen membahas kontrak dengan perusahaan Mu Ke (木可公司), Ko Wen-je menyampaikan permintaan maafnya dan mengumumkan keputusannya untuk cuti selama 3 bulan serta secara sukarela mengajukan diri untuk diselidiki.
Di akhir konferensi pers, Ko Wen-je memimpin seluruh anggota partai untuk naik ke atas panggung dan membungkuk sebagai tanda permintaan maaf kepada para pendukung mereka.
Partai TPP mengadakan konferensi pers pada Kamis sore, sekitar pukul 15:00, dengan tajuk "Klarifikasi Seputar Dugaan Penyimpangan Dana Kampanye Pemilu Presiden oleh Ko Wen-je". 圖/YAHOOTAIWAN
Wu Yi-hsuan (吳怡萱), seorang anggota partai, menyatakan bahwa para pendukung garis depan partai TPP pasti menghadapi banyak keraguan, kecurigaan, kesedihan, kekhawatiran, dan kecemasan selama masa sulit ini.
Mereka mungkin khawatir bahwa kekuatan partai politik ketiga (TPP) akan hancur dan api perjuangannya akan padam.
"Namun, kami ingin mengatakan kepada semua orang bahwa kami masih ada di sini. Kami masih bertumbuh, meskipun kami mungkin telah membuat kesalahan dan perlu melakukan perbaikan. Kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pendukung Partai TPP di seluruh negeri. Kami akan terus bekerja keras," ujar Wu Yi-hsuan.