(Taiwan, ROC) --- Seorang pria berkewarganegaraan Vietnam berusia 26 tahun dengan marga Feng (馮姓) datang ke Taiwan untuk bekerja. Namun, ia melarikan diri dari tempat kerjanya lebih dari setahun yang lalu dan menjadi pekerja imigran ilegal.
Ia pun hidup berpindah-pindah dan bekerja serabutan. Baru-baru ini, ia diduga direkrut oleh sesama warga negaranya, dan "beralih profesi" menjadi kurir penipuan.
Beberapa waktu lalu, ia pergi ke sebuah toko waralaba di Distrik Xitun, Kota Taichung untuk mencairkan uang di mesin ATM. Begitu ia mengambil uang tersebut dan berbalik, ia melihat polisi mendatanginya untuk melakukan pemeriksaan.
Karena panik, ia pun mengakui semua perbuatannya. Setelah diinterogasi, polisi memindahkannya ke Kejaksaan Distrik Taichung untuk diselidiki atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Imigrasi dan Penipuan. Ia kemudian diserahkan ke Ditjen Imigrasi untuk ditahan.

Beberapa waktu lalu, Feng pergi ke sebuah toko waralaba di Distrik Xitun, Kota Taichung untuk mencairkan uang di mesin ATM. Begitu ia mengambil uang tersebut dan berbalik, ia melihat polisi mendatanginya untuk melakukan pemeriksaan. 圖/UDN
Saat ini, sindikat penipuan tidak hanya mengincar anak di bawah umur untuk dijadikan kurir, tetapi juga lebih dari 800.000 pekerja imigran ilegal di Taiwan yang berpotensi direkrut menjadi anggota kelompok kriminal.
Awalnya, Feng datang ke Taiwan untuk bekerja melalui jalur legal, tetapi ia malah memilih melarikan diri selama 1 tahun 2 bulan. Ia mengantre di toko waralaba di Distrik Xitun untuk mengambil uang tunai sebesar NT$29.000. Tiba-tiba, dua petugas polisi mendekati dan berjalan ke arahnya.
Tak disangka, Feng langsung mengaku bahwa ia telah direkrut oleh sesama warga negaranya untuk menjadi kurir sindikat penipuan. Ia baru pertama kali beraksi dan langsung tertangkap.
Kedua petugas polisi itu pun terkejut. Awalnya, mereka sedang memeriksa rekaman CCTV untuk menyelidiki kasus lain. Mereka melihat gelagat Feng yang mencurigakan, sehingga mereka pun menghampirinya. Tak disangka, Feng justru terlalu panik dan mengakui semuanya.
Kepolisian Kota Taichung mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena maraknya penipuan yang merasuki platform media sosial seperti Facebook, LINE, dan Instagram. Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan informasi investasi palsu.
Jika ada orang atau grup tak dikenal yang tiba-tiba menghubungi Anda, segera hubungi hotline anti-penipuan di nomor 165 atau datangi kantor polisi terdekat untuk memverifikasi informasi tersebut guna menghindari penipuan.