(Taiwan, ROC) --- Merebak kabar mengejutkan tentang dugaan keracunan makanan massal yang terjadi di Kabupaten Hsinchu. Kejadian bermula pada Minggu malam hari (25/8), ketika beberapa warga mengalami muntah dan diare setelah mengonsumsi roti baget (roti ala Prancis) yang dibeli dari sebuah toko.
Hingga Senin kemarin (26/8), sedikitnya ada 8 orang dilarikan ke rumah sakit. Sejumlah rumah sakit di wilayah Hsinchu pun terus menerima pasien dengan gejala serupa. Pihak setempat juga telah melaporkannya kepada Dinas Kesehatan lokal.
Pihak Dinas Kesehatan menyatakan sedang menyelidiki kasus ini dan akan memberikan keterangan resmi kepada publik pada Selasa hari ini (27/8).

Ilustrasi roti bagel 圖/UDN
Berdasarkan hasil penelusuran, gejala keracunan mulai muncul pada Minggu malam (25/8), setelah beberapa warga menyantap roti baget dari toko yang sama. Mereka kemudian berobat ke rumah sakit dan masuk UGD.
Hingga Senin kemarin (26/8), tercatat setidaknya 8 orang mengalami keracunan makanan, dan mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
Dinas Kesehatan setempat telah menerima laporan awal bahwa 8 orang yang tidak saling kenal mengalami gejala keracunan seperti muntah dan diare setelah membeli dan mengonsumsi roti baget dari toko yang sama pada Minggu malam (25/8).
Mereka kemudian dilarikan ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan kasus ini terungkap setelah pihak rumah sakit melaporkannya kepada Dinas Kesehatan. Kedelapan orang tersebut diketahui membeli roti baget jenis yang sama dari toko yang sama dan pada waktu yang bersamaan.

Kejadian bermula pada Minggu malam hari (25/8), ketika beberapa warga mengalami muntah dan diare setelah mengonsumsi roti baget (roti ala Prancis) yang dibeli dari sebuah toko. 圖/ETtoday
Surat kabar United Daily News melaporkan bahwa beberapa rumah sakit di wilayah Hsinchu telah mengonfirmasi kasus ini dan melaporkan jumlah pasien yang mereka tangani kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Hsinchu.
Jumlah pasti korban masih menunggu pengumuman resmi dari Dinas Kesehatan, yang diperkirakan akan memberikan keterangan pers pada Selasa hari ini (27/8).